Waspadai Lonjakan Harga Emas dan Pangan
H. Edward Candra: Waspadai Lonjakan Harga Emas dan Pangan--ist
KORANPAGARALAMPOS.COM - Gejolak ekonomi global kembali memberi tekanan ke dalam negeri.
Lonjakan harga emas dunia dan gangguan distribusi akibat bencana alam kini menjadi ancaman serius bagi stabilitas inflasi daerah.
Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, H Edward Candra secara daring dari Palembang, Selasa (27/1).
BACA JUGA:Board Manual
Rakor rutin yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, sekaligus membahas evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program strategis nasional Tiga Juta Rumah tahun 2026.
Dalam arahannya, Mendagri menegaskan bahwa inflasi bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan indikator penting yang berpengaruh langsung terhadap stabilitas sosial dan politik nasional.
Oleh karena itu pemerintah pusat dan daerah diminta tidak lengah dalam memantau dinamika harga di pasar.
Tito mengungkapkan, saat ini komoditas emas menjadi penyumbang inflasi tertinggi akibat ketidakpastian pasar global.
BACA JUGA:KPK Kembalikan Aset Negara Rp 1,5 Triliun
Kenaikan harga emas dunia yang terus terjadi memberikan tekanan signifikan terhadap inflasi domestik.
“Kita melihat hampir seluruh komponen penyumbang inflasi bergerak naik. Ini harus diantisipasi dengan serius, terutama sektor makanan dan minuman yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Selain faktor global, Tito juga menyoroti wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam. Menurutnya, gangguan pada jalur distribusi dan logistik kerap memicu lonjakan harga di daerah.
BACA JUGA:Target Serapan Naik 29,4 Persen, Bulog Sumsel Babel Bidik 172 Ribu Ton Beras di 2026
“Daerah terdampak bencana rata-rata mengalami kenaikan inflasi karena distribusi terganggu.