Meritokrasi Ponorogo
Meritokrasi Ponorogo Oleh Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos
Apalagi kalau laporan itu bisa dipakai untuk menjebaknya.
Aneh. Seorang bupati berani minta bayaran untuk mengangkat pejabat di bawahnya.
Apakah ia begitu yakin tidak ada salah satu internal yang akan melaporkannya? Apakah ia menyangka semua orang di internalnya takut kepadanya?
BACA JUGA:Cuaca Ekstrem, BPBD Pagar Alam Imbau Warga Waspada Longsor dan Pohon Tumbang
Persaingan untuk memperoleh jabatan memang sangat keras. Lalu muncullah harga jabatan. Tidak semua kebagian jabatan. Lalu terjadilah hukum pasar. Jual beli jabatan.
Dengan tertangkapnya bupati Ponorogo, kita semua tahu: meritokrasi hanyalah istilah yang enak diucapkan tapi tidak bisa dilaksanakan.
Ternyata yang bisa dapat jabatan adalah yang mau membayar. Bukan yang mampu.
Meritokrasi hanya ironi.