Randy Sunda

Jumat 29 May 2026 - 15:40 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Kelak, setelah Randy lulus S-2 tahun 2018 Randy diminta mengajar ilmu gamelan di GAU. Teori dan praktik. Tidak hanya Sunda.

BACA JUGA:Marselino Ferdinan Kembali, Publik Timnas Indonesia Langsung Heboh

Gamelan Sunda pun didatangkan. Tiga set: salendro, pelog, dan degung. Toh sudah ada gamelan Jawa dan Bali. Bahkan universitas itu punya museum alat musik semua negara ASEAN. Randy pula yang diminta mengelola museum itu.

Di dekat Nanning juga ada kampung besar orang Tiongok yang masih bisa berbahasa Jawa dan Sunda. Mereka adalah orang kelahiran Indonesia yang akibat keharusan pilih jadi WNI atau WNT mereka pilih kembali ke Tiongkok.

Itu tahun 1963-an. Tidak lama setelah itu terjadi revolusi besar di Tiongkok. Lalu juga terjadi pergolakan politik besar di Indonesia: Gestapu/PKI.

Sebagian sudah dijemput kapal besar menuju Tiongkok. Sebagian lagi sudah siap meninggalkan Indonesia: rumah dan aset sudah telanjur dijual. Tapi kapal jemputan berikutnya tidak jadi datang.

BACA JUGA:Enam Pemain Berpotensi Debut Bersama Timnas Indonesia Saat Hadapi Oman dan Mozambik

Mereka yang sudah kembali ke Tiongkok nasibnya kurang baik. Tak lama setelah mereka tiba revolusi meletus. Tiongkok sedang di puncak kemiskinan. Saya pernah mendengar cerita mereka secara langsung: sangat menderita.

Lalu setelah Tiongkok maju, mereka mulai hidup sejahtera.

Yang masih tertinggal di Indonesia pun bernasib kurang baik. Jadi korban politik. Setelah zaman reformasi barulah nasib mereka membaik.

Warga kampung itu banyak yang masih bisa masak rawon atau karedok. Lalu ada yang tetap ingin latihan angklung. Randy mengajar mereka main angklung di kampus Guangxi Arts University.

BACA JUGA:Geely Galaxy Cruiser 700, SUV Hybrid Off-Road 1.000 HP Siap Guncang Pasar Otomotif, Begini Spesifikasinya!

Kampus Tiongkok yang pertama mendatangkan gamelan adalah Shanghai Concervatory of Music. Kemudian menyebar ke beberapa universitas seni ternama: China Concervatory of Music, China Arts University, dan beberapa universitas seni lainnya.

Gamelan tersebut, kata Randy, diperkenalkan bukan hanya sebagai seni pertunjukan tetapi juga menjadi bahan keilmuan tentang musik khas Nusantara. Itu karena secara nada maupun laras (skala nada) berbeda dengan musik barat dan musik Tiongkok.

Akhirnya gamelan dipelajari juga sebagai teori ethnomusikologi.

Laras slendro/salendro, pelog dan degung hanya dimiliki oleh musik karawitan dan itu menjadi salah satu daya tarik bagi peneliti musik.

Kategori :

Terkait

Sabtu 30 May 2026 - 12:49 WIB

Pet Byar

Jumat 29 May 2026 - 15:40 WIB

Randy Sunda

Kamis 28 May 2026 - 17:42 WIB

Keikhlasan

Kamis 28 May 2026 - 17:26 WIB

Gu Lebang

Rabu 27 May 2026 - 17:09 WIB

Gubuk Dea