Agak Laen

Minggu 01 Feb 2026 - 17:49 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Lalu panik. Tidak ada gunanya lagi.

Tanda kepanikan pertama terlihat dari keluarnya peraturan dari pemerintah: dana asuransi boleh lebih banyak dipakai membeli saham.

Boleh sampai 20 persen. Dulunya dana asuransi amat dibatasi: hanya boleh lima persen yang dipakai main saham.

Tujuan perubahan peraturan itu bisa dibaca dengan jelas: agar indeks harga saham bisa dinaikkan lagi. Artinya: asuransi diminta memborong saham di bursa. Mumpung harga turun.

Tentu yang diincar adalah BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja. Di situlah yang punya dana ratusan triliun rupiah.

BACA JUGA:Toyota Kijang Super 2026 Resmi Hadir, MPV Hybrid 7 Penumpang dengan Harga Lebih Terjangkau

Kelihatannya masuk akal. Dana asing yang meninggalkan bursa digantikan dana asuransi dalam negeri. Asuransi juga bisa untung karena harga saham lagi turun. Lalu harga saham bisa naik lagi.

Tapi itu dibaca negatif oleh pasar. Itu justru membahayakan asuransi. Kok tidak belajar dari bencana yang menimpa Asabri dan Jiwasraya: uang asuransi bisa ludes lagi di pasar modal.

Bukan itu yang diperlukan pasar global. Lembaga pemeringkat pasar modal Morgan Stanley Capital International (MSCI) sudah merinci apa yang harus diubah di Bursa Efek Indonesia: empat hal saja. Tidak ingin ada pertolongan seperti dari dana asuransi seperti itu.

BACA JUGA:Patahkan Mitos Mobil Listrik! Data 2026 Ungkap Rahasia Mengapa Baterai EV Justru Lebih Awet dari Mesin Bensin

Empat hal yang diminta MSCI itu Anda sudah hafal: perbaikan transparansi data, persentase saham yang dijual bebas, keterbukaan struktur kepemilikan saham di pasar modal, dan tata kelola pasar modal yang lebih baik.

MSCI sangat toleran: memberi waktu sampai Mei depan. Setelah itu barulah MSCI akan mengevaluasi BEI lagi: ada perbaikan yang nyata atau tidak. Kalau tidak maka BEI akan diturunkan kelasnya: ke kelas terbawah –setara dengan bursa di beberapa negara kecil di Afrika. Di Asia kita menjadi sekelas dengan Bangladesh dan Sri Lanka.

Kelas itu disebut sebagai ''kelas Frontier''. Pemula. Padahal selama ini BEI sudah berada di kelas Emerging. Di atas emerging barulah kelas Developed.

BACA JUGA:Honda Jazz Facelift 2026, Hatchback Hybrid Futuristik dengan Teknologi e:HEV dan Fitur ADAS Canggih

Turun kelas itu belum pasti. Bisa saja tidak. Asal kita melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Dan lagi MSCI bukan satu-satunya lembaga pemeringkat. Belum tentu dua lembaga serupa setuju dengan MSCI.

Sebenarnya regulator masih punya waktu. Bahwa kemarin-kemarin seperti mengabaikan peringatan itu, tinggal cepat-cepat bangun dan berarti.

Kategori :

Terkait

Minggu 01 Feb 2026 - 17:49 WIB

Agak Laen

Sabtu 31 Jan 2026 - 15:08 WIB

Gempa M 2,9 Guncang Mukomuko Bengkulu

Sabtu 31 Jan 2026 - 15:00 WIB

Cherokee Marlaina

Jumat 30 Jan 2026 - 16:59 WIB

Gibran Capres

Kamis 29 Jan 2026 - 18:24 WIB

Mendidik Anak dalam Islam