Google Advertisement Below

Burger Tempe

Burger Tempe --Tomy/Pagaralampos

Burger Tempe

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Jitu sekali tebakan ''perusuh'' Disway itu: selama di Vladivostok saya memang tinggal di hotel yang ia tebak itu. Bahkan tebakan tarif per malamnya tepat sekali (lihat komentar pilihan kemarin).

"Hotel ini baru diresmikan dua tahun lalu," ujar Anna, manajer di Grand Hotel Vladivostok.

Semua kamar di hotel ini menghadap laut. Itu karena bentuk pantainya yang melengkung. Benar, lokasinya di pusat kota. Berseberangan dengan monumen perang dunia kedua.

BACA JUGA:Pemkot Pagar Alam Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026

Senja pertama di Vladivostok saya berjalan-jalan ke down town: cari pertunjukan. Apa saja. Boleh balet, boleh musik klasik, boleh kabaret.

Yang pertama saya temukan: gedung pertunjukan musik opera.

Saya tidak bertanya berapa harga tiketnya. Saya sodorkan saja beberapa lembar rubel yang ada angka 1.000-nya. Petugas loket hanya ambil satu lembar. Masih pula memberi uang kembali. Saya tidak hitung berapa kembaliannya itu.

Di panggung hanya ada satu piano besar. Lalu muncul dua wanita. Yang satu langsung duduk di bench piano. Satunya lagi berdiri di depan piano. Itulah pertunjukan musik aria. Yang satu menyanyikan lagu aria, satunya lagi main piano. Saya sering menyebutnya nyanyian opera.

BACA JUGA:Keunggulan VinFast Evo 2026 Terungkap! Motor Listrik Stylish dengan Jarak Tempuh Mengesankan Ditahun 2026!

Dia hanya menyanyi satu lagu. Tepuk tangan bergemuruh.

Lantas muncul dua wanita lagi. Penyanyi aria dan pemain piano. Menyanyi satu lagu lagi. Setelah itu muncul laki-laki dengan pakaian tuxedo diiringi pemain piano wanita. Ia juga menyanyikan satu lagu aria.

Begitulah, selama 40 menit, delapan lagu aria dinyanyikan bergantian. Gedung berisi hanya 120 orang itu hampir penuh. Setiap akhir lagu mereka bertepuk tangan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google