Melanggar Sombong

Jumat 09 Jan 2026 - 17:07 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:John Herdman Panggil 28 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Maka sering kali saya memasang wajah memelas untuk mencegat pengendara motor yang iba: minta diantar ke tujuan. Misalnya ke kantor kementerian tertentu.

Fleksibilitas sepeda motor tidak ada tandingannya –sampai ada drone untuk angkut manusia kelak. Itu yang dilihat Nadiem: ojek. Lalu ia ciptakan aplikasi yang namanya tidak jauh-jauh dari itu: Go-Jek.

Ojek menjadi Go-jek. Ia masukkan unsur bahasa Inggris ''Go''. Keren. Let's Go!

Pangkalan ojek pun ia pindahkan. Dari bawah pohon ke handphone Anda. Lalu dor! Meledak. Membumbung. Tinggi. Jadi gaya hidup baru. Jadi penggerak ekonomi.

Jadi jembatan pemerataan pendapatan: kelas atas belanja. Kelas bawah mengangkutnya: Go-Food. Lalu Go-Cantik (?). Go-ApaSaja.

BACA JUGA:Kisah Pratama Arhan, Bek Timnas Indonesia yang Setim dengan Anak Legenda Brasil Rivaldo di Bangkok United

Nadiem pun menjadi orang sangat kaya lewat langkahnya itu. Ia jadi simbol anak muda yang super sukses. Ia pun jadi orang di atas langit dari hasil langkahnya yang membumi.

Begitu besar nama Nadiem –di saat masih begitu muda. Ia seperti anak yang lepas tinggi dari busur orang tuanya: Nono Anwar Makarim.

Nono adalah aktivis demokrasi, antikorupsi, pembela keadilan dan kebenaran. Ia salah satu pemimpin KAMI --Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia. Nono jadi komunikator gerakan. Utamanya lewat Harian Kami –koran mahasiswa yang sangat radikal dalam membela demokrasi, keadilan dan anti-korupsi.

BACA JUGA:Resmi Meluncur, Pajero Sport 2026 Tampil Gagah dengan Harga Mulai Rp577 Jutaan, Ini Spesifikasinya!

Nono menjadi pemimpin redaksinya.

Pun istri Nono, Tika, juga aktivis antikorupsi. Tergabung di lembaga antikorupsi Mohamad Hatta –menggunakan nama wakil presiden pertama yang dikenal sangat bersih, sederhana, dan pejuang demokrasi. Rasanya, saya pernah dapat penghargaan dari lembaga itu. Atau tidak.  Penghargaannya dikirim ke kantor Kementerian BUMN. Atau tidak. Saya sudah lupa.

Setelah tidak jadi pemimpin wartawan, Nono masih bergerak di bidang idealisme: mendirikan LP3ES –bersama beberapa kawan seperjuangannya.

BACA JUGA:Kembali, Kijang Super 2026 Tampil Modern Fitur Makin Lengkap Harga Rp 240 Juta, Ini Dia Spesifikasinya!

LP3ES adalah lembaga penelitian, pendidikan, dan penerangan ekonomi dan sosial. Bukan lembaga komersial. Juga bukan kendaraan politik. Itu lembaga pressure group –dari jenis yang intelektual.

Kategori :

Terkait

Sabtu 27 Jun 2026 - 17:08 WIB

Wani El-Tri

Jumat 26 Jun 2026 - 15:45 WIB

Bobotoh Kuning

Kamis 25 Jun 2026 - 14:16 WIB

Tiket Lungsuran

Rabu 24 Jun 2026 - 15:34 WIB

Wani 2727

Selasa 23 Jun 2026 - 17:01 WIB

Manajemen Kancilen