Melanggar Sombong

Jumat 09 Jan 2026 - 17:07 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Tidak disinggung di situ ada hubungannya dengan politik. Misalnya karena Nadiem adalah orangnya Presiden Jokowi –yang harus dikorbankan dalam persidangan kekuasaan.

Tidak disinggung juga bahwa ia jadi pelanduk di tengah persaingan jabatan: siapa yang bisa menersangkakan orang terkenal akan naik jabatan.

Dua-duanya ternyata tidak. Lalu apa?

Nadiem menjelaskan bahwa ia tidak menerima uang sepeser pun. Ia uraikan secara rinci dari mana dan ke mana uang ratusan miliar yang dituduhkan kepadanya itu.

BACA JUGA:Ini Tantangan Terberat John Herdman saat Melatih Timnas Indonesia

Nadiem juga tidak merasa ikut memutuskan harus pakai Chromebook. Semuanya atas dasar kajian tim. Juga sudah mendapat pendapat hukum dari instansi penegak hukum. Sudah pula diaudit BPKP.

Anehnya, kata Nadiem, setelah ia jadi tersangka, barulah BPKP diminta menghitung kerugian negara. Hasil audit BPKP menyebut ada kerugian negara miliaran rupiah tadi.

"Berarti saya sudah ditetapkan jadi tersangka sebelum ada bukti kerugian negara," kata Nadiem.

Mungkin saatnya ada yang berani menggugat BPKP: dari tidak menemukan apa-apa menjadi menemukannya. Atau pejabat BPKP yang dulu tidak menemukan itu harus diapakan.

Yang jelas-jelas disebutkan di eksepsi Nadiem adalah: persaingan bisnis. Yakni tidak dipergunakannya lagi sistem lama.

BACA JUGA:John Herdman Panggil 28 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026?

Sistem lama itu sudah bertahun-tahun dipakai. Sudah pula menjadi kenikmatan. Dengan ambisi mengubah teknologi hilanglah sejumlah kenikmatan lama. Nadiem tetap berpendapat Chromebook lebih baik untuk anak sekolah. Chromebook membuat siswa tidak bisa terpapar pornografi dan judi online.

Faktor lain yang disebut dalam eksepsi Nadeim: sakit hatinya orang-orang di dalam Kementerian Pendidikan yang kehilangan objekan. Ditambah sakitnya perasaan akibat tampilnya anak-anak muda dari luar.

Apalagi mereka itu merombak-rombak. Khas anak muda. Hanya fokus pada pekerjaannya. Tidak tolah-toleh. Tidak membangun komunikasi. Kesannya: mereka sombong-sombong. Mereka memang terbiasa dengan prinsip bahwa ''sombong'' itu tidak melanggar hukum –kecuali di Indonesia.

BACA JUGA:Ini Tantangan Terberat John Herdman saat Melatih Timnas Indonesia

Tentu itu versi Nadiem. Saya mencoba bertanya ke banyak orang. Aktivis yang anti-korupsi. Juga orang yang dekat dengan Kementerian Pendidikan –karena pernah menjabat di sana. Lebih lima orang. Jawab mereka seragam: "Rasanya, kalau Pak Nadiem menerima uang, tidaklah. Selebihnya saya tidak tahu".

Kategori :

Terkait

Jumat 23 Jan 2026 - 17:30 WIB

Transformasi Ngambek

Kamis 22 Jan 2026 - 17:36 WIB

HWW

Rabu 21 Jan 2026 - 17:09 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 17:56 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 17:22 WIB

Rambo Batman