Melanggar Sombong

Jumat 09 Jan 2026 - 17:07 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Kini Nono dan Tika masih hidup. Sudah tua. Rasanya 10 tahun di atas umur saya. Saya adalah anak didiknya di bidang jurnalisme. Di lembaganya itulah saya dididik menjadi wartawan –setelah dua tahun jadi wartawan yang hanya sekolah di lapangan.

Tapi saya tidak kenal Nadiem. Saya hanya merasa aneh: kok mau-maunya jadi menteri. Ia pasti tahu meritokrasi belum bisa ditegaskan di Indonesia –pun di lembaga seperti universitas.

BACA JUGA:Vespa Sprint 2026 Usung Mesin i-Get 154 8cc yang Bertenaga, Simak Ini Dia Spesifikasinya!

Tapi, kadang orang tidak bisa menolak permintaan. Apalagi kalau yang meminta adalah seorang presiden Republik Indonesia. Terlalu banyak kata-kata manis yang dipakai agar seseorang yang tidak ingin jabatan diminta mau menerima jabatan. Serba ideal: demi bangsa. Demi negara. Negara ini harus maju. Dan seterusnya.

Tentu ''mentereng''-nya jabatan menteri juga jadi faktor penggoda. Kapan lagi jadi menteri. Dari 270 juta orang hanya 32 yang bisa jadi menteri –ketika kabinet belum gemuk.

Saya ingat waktu awal dirayu masuk pemerintahan. Juga begitu. Berkali-kali. Ada yang sampai tengah malam. Bayangan ingin membangun negeri pun pelan-pelan muncul. Lalu bersedia. Juga ada faktor ''ego laki-laki'': kalau sudah sukses di satu bidang ingin menunjukkan bisa sukses di bidang lain. Penyakit laki-laki.

BACA JUGA:Resmi Meluncur, Pajero Sport 2026 Tampil Gagah dengan Harga Mulai Rp577 Jutaan, Ini Spesifikasinya!

Itu sudah seperti prostat: 50 persen laki-laki di atas 50 tahun memilikinya.

Lalu untung-untungan. Yang nasibnya baik, prostat itu tidak berkembang menjadi kanker. Yang nasibnya tidak beruntung jadilah seperti Nadiem: jadi tersangka. Atau seperti orang senasib dengannya: Tom, Ira, Lino, Karen.

Maka orang tua seperti Nono dan Tika bisa ibarat orang sehat yang divonis dokter: Anda terkena kanker.

Saya dengar Nono dan Tika selalu hadir di pengadilan –saat Nadiem mengajukan praperadilan. Sebagai aktivis antikorupsi –yang namanya begitu harum– saya bisa bayangkan perasaan mereka. Nono-Tika harus melihat anak kebanggaaan jadi tersangka kasus korupsi.

BACA JUGA:Intip! 9 Sepeda Motor Paling Irit BBM di 2026, 1 Liter Bisa 74 KM, Ternyata Juaranya Motor Ditahun 2026

Praperadilan itu ditolak. Kini Nadiem masuk ke proses peradilan. Tahapnya sampai pada pembacaan eksepsi: penyangkalan atas dakwaan jaksa. Setelah ini jaksa menjawab eksepsi Nadiem itu. Adu argumentasi. Lalu hakim akan membuat putusan sela: perkara ini ditolak atau sidang pengadilan diteruskan.

Di samping eksepsi dari pengacaranya, Nadiem sendiri membacakan eksepsi pribadi: 10 halaman. Saya mendapat kiriman copy-nya: dari mantan Pemred TEMPO Bambang Harimurti. Dan juga dari lain-lainnya.

Dari situ baru terjawab apa yang jadi pertanyaan hati saya berbulan-bulan: mengapa Nadiem jadi tersangka korupsi.

BACA JUGA:KPK Resmi Tetapkan Mantan Menag Tersangka

Kategori :

Terkait

Rabu 21 Jan 2026 - 17:09 WIB

Pati Madiun

Selasa 20 Jan 2026 - 17:56 WIB

Point 100

Senin 19 Jan 2026 - 17:22 WIB

Rambo Batman

Minggu 18 Jan 2026 - 17:15 WIB

Omon Kenyataan

Sabtu 17 Jan 2026 - 15:54 WIB

Anomali Iran