Ujung Zulfa

Kamis 11 Dec 2025 - 17:51 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Ujung Zulfa

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Jalan musyawarah itu buntu. Upaya merukunkan mereka juga kandas. Konflik di NU menuju ujung: jabatan ketua umum diisi oleh penjabat (Pj).

Berarti ''pemecatan'' Gus Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU dianggap final.

BACA JUGA:Bahaya Kufur Nikmat

Penjabat ketua umum itu adalah orang yang selama ini sudah menjabat wakil ketua umum: KH Zulfa Mustofa. Selama ini Kiai Zulfa berada di urutan pertama dalam daftar para wakil ketua umum –tiga orang.

Anda sudah tahu: yang memberhentikan Gus Yahya adalah Rais Aam PB NU KH Miftachul Akhyar. Yang mengangkat pejabat ketua umum juga KH Miftachul Akhyar.

Jabatan rais aam syuriah memang punya wewenang yang besar di PBNU. Tapi Kiai Akhyar jarang tampil. Ia sering mewakilkan ke Prof Dr Mohammad Nuh DEA, wakilnya di syuriah.

Saya istilahkan konflik NU sudah sampai di ujung karena ini: para pengurus di PB NU bisa menerima putusan rois syuriah itu.

BACA JUGA:KPK Tahan Bupati Lampung Tengah

Konflik akan meruncing kalau, misalnya, para wakil ketua umum tidak ada yang mau diangkat jadi pejabat ketua umum. Apalagi kalau mereka pilih mundur dari kepengurusan.

Sampai tulisan ini saya buat dalam penerbangan dari Bali tadi malam, belum satu pun pengurus PBNU yang menyatakan mundur. Artinya mereka bisa menerima dipimpin pejabat ketua umum Kiai Zulfa Mustofa.

Mengapa bukan jalan islah (damai) yang ditempuh?

BACA JUGA:Siapkan Ikon Baru Kawasan Olahraga Terpadu

"Islah bisa terjadi kalau ada sengketa antarpihak. Ini bukan sengketa. Ini sanksi," ujar Prof Mohammad Nuh, ketua dewan syuriah Nahdlatul Ulama.

Kategori :

Terkait

Sabtu 17 Jan 2026 - 15:54 WIB

Anomali Iran

Jumat 16 Jan 2026 - 18:12 WIB

Asta Cashtry

Kamis 15 Jan 2026 - 18:03 WIB

Rafael Zainal

Rabu 14 Jan 2026 - 17:06 WIB

Amang Tabung

Selasa 13 Jan 2026 - 17:04 WIB

Amang Waron