Google Advertisement Below

Randy Sunda

Randy Sunda--Tomy/Pagaralampos

Randy Sunda

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Di masjid Nanning saya bertemu banyak mahasiswa Indonesia. Laki-perempuan. Hari itu mereka juga pilih salat Iduladha di masjid Jalan Xinhua di kota lama Nanning.

Kota lama berada di utara sungai Yong Jiang. Kota baru dibangun di selatan sungai. Jembatan-jembatan modern yang besar dibangun di atasnya.

Beberapa mahasiswa sedang kuliah D-3. Beda-beda jurusan: yang dari Jombang ambil teknik sipil. Yang dari Jambi pilih komputer. Pun yang dari Gorontalo dan Solo.

BACA JUGA:Perkuat Kemitraan Energi hingga Pendidikan

Ada juga yang kuliah S-1. Bahkan Yosep Firdaus sudah S-2: jurusan fashion. Yosep pilih fashion sejak masih kuliah S-1 di Guangxi Arts University. Ia asli Surabaya: SMAN 1.

Saat di SMA itulah nama belakangnya diubah menjadi Firdaus sambil tetap tidak mengubah Yosep menjadi Yusuf.

Sambil menunggu jemaah yang di lantai dua dan tiga turun lebih dulu, kami duduk lesehan di atas karpet lantai empat. Salah satunya ternyata dosen. Asal Bandung.

Di Nanning ia mengajar teori musik gamelan Sunda. Ia memang dosen di Guangxi Arts University. Nama lengkapnya: Randy Geovani Putra.

Randy alumnus Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Bandung yang sekarang menjadi ISBI. Lalu dapat beasiswa untuk ke Guilin Normal University: belajar bahasa Mandarin.

BACA JUGA:Motorola Moto G37 2026 Resmi Hadir, HP Murah dengan Spesifikasi di Atas Ekspektasi

Guilin dan Nanning (di tempat saya menulis naskah ini) satu provinsi: Guangxi. Jaraknya sekitar 300 km. Nanning ibu kota provinsi, Guilin ”ibu kota” pariwisata --salah satu yang terbaik di dunia.

Setelah lulus Bahasa Mandarin, Randy masuk sekolah musik: S-2 di universitas Guilin. Saat kuliah musik itulah ia tahu banyak universitas di Tiongkok yang mempelajari gamelan. Mereka memiliki perangkat musik Jawa itu. Hanya saja Randy melihat belum ada prodi gamelan Sunda.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google