Sumur Gumuling, yang memiliki desain melingkar yang unik, dipercaya memiliki kekuatan mistis yang besar.
Banyak pengunjung yang melaporkan merasakan udara dingin atau mendengar suara aneh saat melewati lokasi ini, terutama pada sore atau malam hari.
Legenda menyebutkan bahwa tempat ini dulunya dipergunakan untuk meditasi atau pertemuan rahasia kalangan bangsawan.
BACA JUGA:5 Kuliner Khas yang Disukai oleh Sultan Keraton Jogja Hamengku Buwono, Ini Dia Menunya!
Beberapa pengunjung dan penduduk sekitar mengaku pernah melihat sosok wanita Jawa berpakaian kebaya di dekat kolam atau jalur bawah tanah.
Banyak yang yakin bahwa itu adalah roh para selir kerajaan yang masih “melindungi” Taman Sari hingga saat ini.
Tenang saja, mereka mengatakan bahwa tidak akan mengganggu.
Mereka hanya muncul untuk memberitahukan bahwa tempat ini tetap suci dan perlu dihormati.
Meskipun tidak ada gambar yang mendukung, kisah ini cukup terkenal dan dianggap sebagai sesuatu yang “biasa” di kalangan penjaga.
Oleh karena itu, pengunjung sering diingatkan untuk tidak berkata sembarangan, menghina, atau berperilaku tidak sopan saat berada di Taman Sari.
4. Larangan Menggunakan Bahasa Kasar
Di lokasi-lokasi sejarah seperti Taman Sari, ada satu hal utama yang selalu diingatkan: perhatikan kata-kata dan tindakan.
Masyarakat percaya bahwa mengeluarkan kata-kata kasar atau bersikap tidak baik dapat mendatangkan hal-hal yang tidak diinginkan—terutama gangguan dari “makhluk” yang tidak terlihat.
BACA JUGA:Musim Panen Kopi, Permohonan NA di Kelurahan Nendagung Meningkat Drastis
Karena itu, banyak yang meyakini bahwa Taman Sari bukan hanya sekadar tempat wisata sejarah, tetapi juga area yang suci dan harus dihormati.