Jemput Depan
Jemput Depan--Tomy/Pagaralampos
Tiongkok punya gagasan: kalau setiap negara punya ''e-wallet'' untuk apa harus melakukan cara transaksi muter-muter lewat banyak bank. Tinggal e-wallet ke e-wallet. Lewat ''aplikasi'' yang disebut ''mBridge''.
Dengan cara itu transaksi internasional bisa dilakukan real time. Bukan tiga hari atau tiga jam tapi cukup tiga detik. Biayanya pun diklaim bisa turun tinggal 30 persennya. Alangkah murahnya.
Tiongkok tidak hanya berpikir jualan kancing baju yang murah tapi juga transaksi internasional yang murah.
Tentu setiap negara harus punya ''e-wallet'' yang isinya Yuan (China Yuan, CNY). Itu secara tidak langsung membuat satu negara harus punya cadangan devisa dalam bentuk Yuan –tidak lagi hanya dolar Amerika.
Kapan ''mBridge'' mulai berlaku? Anda mungkin bisa menebaknya. Saya tidak tahu. Yang jelas uji coba sudah dilakukan antara Tiongkok dan sejumlah negara ASEAN seperti Thailand.
Juga dengan enam negara Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab. Harapannya: perdagangan minyak bisa dilakukan dalam Yuan.
Thailand dan UAE telah melangkah menjemput masa depan. Masa depan memang bisa dijemput. Bisa juga hanya ditunggu.