Beautiful Beast
Beautiful Beast--Tomy/Pagaralampos
BACA JUGA:Suzuki Landy Hybrid 2026: MPV Kembaran Voxy Kini Lebih Segar, Lebih Irit, dan Penuh Gaya
Semoga di acara kemarin itu tidak ada foto saya yang masuk medsos.
Ketika bersalaman dengan Ari saya langsung puji penampilannyi yang begitu cantik. "Saya harus pakai baju begini," katanyi. Justru Ari yang seperti minta maaf. Memang saya belum pernah melihat Ari tampil secantik itu. Yang selalu saya lihat adalah Ari yang kasual --cenderung tomboy.
Pernah saya lima hari runtang-runtung bersamanyi. Di California. Ari selalu berpakaian yang cocok untuk keperluan gerak cepat. Ari orang yang amat cekatan. Kerja keras dan kerja cerdas.
Kala itu saya tinggal di rumahnyi. Di San Francisco Bay Area. Di jantungnya Silicon Valley. Dekat dengan gedung Apple yang terkenal itu. Ari memang bekerja di Apple. Di salah satu tim penting di Apple Inc.
BACA JUGA:Ford Everest Platinum Siap Meluncur! Mesin 3.000 cc Bertenaga Buas, SUV Mewah Penakluk Segala Medan!
Kemarin adalah ulang tahunnyi yang ke-50. Karena itu istimewa --termasuk caranyi bergaun. Itu sudah dia cita-citakan lama: ketika ultah ke-50 akan dirayakan dengan tema ”homecoming”: dirayakan di Indonesia. Termasuk dalam pengertian ”homecoming” adalah yang diundang: teman-teman SMAN 16-nyi (Surabaya), teman kuliah komunikasi Unairnyi, dosen-dosennyi, teman sesama pertukaran pelajar, mereka yang pernah tinggal di rumahnyi, dan tentu orang tua dan tiga anaknyi.
Di samping sering mengajak orang tua ke Amerika, Ari juga selalu mengajak anak-anaknyi ke Indonesia. Sejak Covid, 3 kali anak-anaknyi diajak pulang kampung --meski mereka sudah menjadi warga negara Amerika.
Sebagai aktivis, Ari sering menampung calon mahasiswa dari Indonesia tinggal sementara di rumahnyi. Terutama sebelum calon mahasiswa tersebut mendapat tempat yang tepat.
BACA JUGA:Lomba HAN 2026 Resmi Ditutup
Salah satu calon mahasiswa itu: cucu saya. Kemarin berangkat ke Amerika. Dalam perjalanan masuk kuliah di Kansas University, Ayrton, anak Azrul itu akan mendarat di San Francisco. Ia akan dua hari dulu di California. Ari minta tinggal saja di rumahnyi. Sekalian bisa ke Apple.
"Lho, Anda dan semua anak kan di Indonesia?" tanya saya.
"Saya sudah kirim password kepada Azrul untuk buka pintu rumah," jawab Ari.
Begitulah umumnya rumah di Amerika. Kuncinya bisa dibuka oleh siapa saja yang punya password-nya. Juga bisa dikunci dari mana saja. Termasuk dari luar negeri.
BACA JUGA:Ford Everest Platinum Siap Meluncur! Mesin 3.000 cc Bertenaga Buas, SUV Mewah Penakluk Segala Medan!