Google Advertisement Below

Zafa Tour Permudah Perjalanan Ibadah Umrah

Kabar Gembira! Zafa Tour Hadirkan Penerbangan Langsung Palembang–Madinah untuk Jamaah Umrah Tanpa Transit--ist

KORANPAGARALAMPOS.COM - Usai musim ibadah haji berakhir, penyelenggaraan perjalanan umrah kembali bergulir. Travel Zafa Tour memastikan jadwal keberangkatan jamaah akan terus berlangsung secara rutin hingga akhir tahun 2026.

Ketua Zafa Tour, Dadang Barlian, mengatakan, setelah musim haji selesai, keberangkatan umrah kembali dilaksanakan dengan frekuensi sekitar dua kali dalam sepekan.

"Alhamdulillah, setelah musim haji selesai, jadwal keberangkatan umrah kembali berjalan dan akan terus berlanjut hingga akhir tahun.

Khusus untuk jamaah asal Pagar Alam, keberangkatan dijadwalkan pada 21 September 2026 untuk gelombang pertama, 4 November 2026 untuk gelombang kedua, dan Januari 2027 untuk gelombang ketiga," ujarnya.

BACA JUGA:25 Ribu Titik Masuk Skema Baru

Dadang menjelaskan, jumlah jamaah umrah tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh hasil panen kopi yang menjadi salah satu sumber penghasilan utama masyarakat Pagar Alam.

"Pada periode 2024–2025, minat masyarakat sangat tinggi hingga jumlah keberangkatan bisa mencapai sekitar 1.000 jamaah. Tahun 2026 ini terjadi penurunan sekitar 60 persen karena dipengaruhi hasil panen kopi. Meski demikian, antusiasme masyarakat untuk menunaikan ibadah umrah masih tetap tinggi," katanya.

Menurut Dadang, persaingan antarbiro perjalanan umrah di Pagar Alam juga semakin sehat. Berbagai travel, termasuk Zafa Tour, terus mengedepankan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keamanan, kenyamanan, serta fasilitas bagi seluruh jamaah.

"Kami ingin memastikan jamaah merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah. Fasilitas yang diberikan juga terus kami tingkatkan agar pelayanan semakin maksimal," tambahnya.

BACA JUGA:Tanpa Utang

Selain itu, Dadang mengungkapkan adanya penyesuaian biaya perjalanan umrah yang mulai berlaku sejak Juni 2026. Kenaikan tersebut bukan berasal dari pihak travel, melainkan akibat meningkatnya tarif penerbangan.

"Maskapai, termasuk Garuda Indonesia, melakukan penyesuaian tarif sehingga biaya perjalanan naik sekitar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per jamaah. Bagi jamaah yang sudah mendaftar lebih awal, kami melakukan komunikasi terkait perubahan harga tersebut," jelasnya.

Meski situasi geopolitik dunia masih diwarnai konflik di sejumlah kawasan, Dadang memastikan jalur penerbangan menuju Arab Saudi tetap aman dan tidak terdampak.

BACA JUGA:25 Ribu Titik Masuk Skema Baru

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google