Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai
Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai oleh Ust. Muliadi Mangku Anom--ilustrasi_net
Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai
Oleh : Ust. Muliadi Mangku Anom
KORANPAGARALAMPOS.COM - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Hadiri yang diragmati Allah, Di dalam dada kita ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh kehidupan kita. Jika ia rusak, maka rusaklah arah hidup kita.
Itulah qolbu.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
يَوۡمَ لَا يَنۡفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوۡنَۙ اِلَّا مَنۡ اَتَى اللّٰهَ بِقَلۡبٍ سَلِيۡمٍؕ
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
BACA JUGA:Pulih Percaya
Betapa sering kita membersihkan wajah, pakaian, dan rumah kita. Namun kapan terakhir kita membersihkan hati kita?
Hati yang dahulu lembut kini menjadi keras. Hati yang dahulu mudah menangis karena ayat-ayat Allah, kini sulit tersentuh.
Dahulu kita takut berbuat dosa, kini dosa terasa biasa.
Hadirinyang dimuliakan Allah
Hati menjadi keras bukan karena kurangnya harta, bukan karena kurangnya jabatan. Hati menjadi keras karena terlalu sering bermaksiat dan terlalu jarang berdzikir.
Allah SWT berfirman: