Google Advertisement Below

Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai

Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai oleh Ust. Muliadi Mangku Anom--ilustrasi_net

Malu ketika berbuat dosa

Rindu untuk sujud dan berdoa

BACA JUGA:Tancap Gas Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Sedangkan hati yang mati:

Berat untuk shalat

Ringan untuk maksiat

Tidak peduli halal dan haram

Tidak merasa bersalah ketika menyakiti sesama

BACA JUGA:Kebakaran Hutan di Liku Endikat Nyaris Capai Perkebunan Warga

Maka hari ini, sebelum kita pulang ke rumah masing-masing, mari kita bertanya pada diri kita:

Bagaimana keadaan hati kita?

Jika hati kita keras, masih ada harapan.

Jika hati kita gelap, masih ada cahaya.

Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.

Jangan pernah merasa terlambat untuk kembali kepada Allah. Bahkan jika dosa kita setinggi langit, rahmat Allah lebih tinggi lagi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google