Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai
Mengetuk Pintu Qolbu yang Lalai oleh Ust. Muliadi Mangku Anom--ilustrasi_net
Malu ketika berbuat dosa
Rindu untuk sujud dan berdoa
BACA JUGA:Tancap Gas Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Sedangkan hati yang mati:
Berat untuk shalat
Ringan untuk maksiat
Tidak peduli halal dan haram
Tidak merasa bersalah ketika menyakiti sesama
BACA JUGA:Kebakaran Hutan di Liku Endikat Nyaris Capai Perkebunan Warga
Maka hari ini, sebelum kita pulang ke rumah masing-masing, mari kita bertanya pada diri kita:
Bagaimana keadaan hati kita?
Jika hati kita keras, masih ada harapan.
Jika hati kita gelap, masih ada cahaya.
Selama nyawa belum sampai di tenggorokan, pintu taubat masih terbuka.
Jangan pernah merasa terlambat untuk kembali kepada Allah. Bahkan jika dosa kita setinggi langit, rahmat Allah lebih tinggi lagi.