Google Advertisement Below

Batubara hingga BUMD Jadi Sorotan

PANSUS: Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang hadiri Rapat Paripurna XXXVIII DPRD Provinsi Sumsel, dengan agenda penyampaian laporan hasil kerja Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah.--Reza/Pagaralampos

KORANPAHGARALAMPOS.COM - Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Cik Ujang menghadiri Rapat Paripurna XXXVIII DPRD Provinsi Sumsel dengan agenda penyampaian laporan hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Senin (13/7).

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdie dan dihadiri para anggota DPRD serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam laporannya, anggota Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah, M. Nasir, menyampaikan bahwa Sumatera Selatan memiliki potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah, terutama dari sektor sumber daya alam dan mineral seperti batubara dan gas. 

Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dimaksimalkan.

BACA JUGA: Jeruk Keprok

Ia mengungkapkan, potensi pendapatan daerah Sumsel pada 2026 diperkirakan dapat mencapai Rp2,47 triliun. Nilai tersebut berasal dari berbagai sektor, di antaranya pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, kontribusi BUMD, serta pengelolaan alur sungai dan pelabuhan.

“Kami siap mengawal agar kegiatan tambang batubara dan CPO dapat berkolaborasi dalam menyampaikan data yang benar. Begitu juga banyak BUMD yang perlu dievaluasi.

Kami optimistis pendapatan daerah kita dapat mencapai target tersebut,” ujar M. Nasir. Usai rapat tersebut, DPRD Sumsel melanjutkan Rapat Paripurna XXXIX dengan agenda penyampaian laporan hasil reses pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sumsel.

BACA JUGA:The All New Yamaha Byson Resmi Meluncur dengan Mesin Flex-Fuel Etanol 85 Persen

Mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) I Sumsel, Ir. Romiana Hidayati menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat yang menjadi prioritas, di antaranya perbaikan jalan berlubang, normalisasi saluran irigasi untuk mengatasi banjir, serta peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan.

“Agar hasil reses di setiap dapil dapat diadopsi menjadi pedoman dalam penyusunan kebijakan pembangunan ke depan. Semoga laporan ini menjadi acuan yang baik,” katanya.

 

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google