Jeruk Keprok
Jeruk Keprok--Tomy/Pagaralampos
Jeruk Keprok
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Awalnya banyak yang mencela mengapa polisi menyerahkan perkara Febrie Adriansyah ke kejaksaan agung.
Ini, kata Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman, bukan hanya seperti "jeruk makan jeruk", tapi "jeruk keprok makan jeruk Bali".
Boyamin memang punya satu pohon jeruk Bali di belakang rumahnya di pelosok desa di Ponorogo. Besar buahnya hampir seukuran bola Piala Dunia. Sedang ukuran jeruk keprok Anda sudah tahu: sebesar genggaman tangan Anda.
BACA JUGA:The All New Yamaha Byson Resmi Meluncur dengan Mesin Flex-Fuel Etanol 85 Persen
Pelimpahan itu juga dinilai terlalu cepat. Saking cepatnya sampai Febrie sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelum pernah diperiksa sebagai saksi.
Itu bisa bertentangan dengan KUHAP yang baru, yang mulai berlaku 1 Januari 2026. Ini bisa jadi peluang bagi Febrie untuk membatalkan status tersangkanya kelak di praperadilan.
Mungkin penetapan tersangka yang sangat cepat itu dimaksudkan sebagai "pengunci": agar Kejagung tidak punya peluang melakukan permainan di perkara ini. Mungkin juga sebenarnya polisi sudah pernah memeriksa Febrie, hanya saja tidak pernah dipublikasikan.
Yang jelas barang buktinya begitu banyak. Mulai sidol sampai amdol. Tentu juga ada si Rupi'ahnya. Belum lagi emas batangannya. Yang batang-batangan itu lebih besar dari yang di puncak tugu monas.
BACA JUGA:Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah: Masukan DPRD Jadi Pedoman Pembangunan Pagar Alam
Sayang tidak ada berita detail: itu emas berkode atau emas yang masih polos –biasanya tampungan dari tambang emas ilegal. Ini penting agar tidak terjadi tukar-menukar barang bukti.
Saya masih sulit menghitung berapa total nilai uang dan emas yang ditemukan di Kafe dan di salah satu rumah Febrie. Nilai matematika saya rendah sekali: Rp 60 miliar + Rp 476 miliar + sidol + amdol + si Rupi'ah + surat berharga. Pokoknya banyak.
Sebanyak prestasi Febrie di lingkungan kejaksaan. Febrie sudah bintang tiga di Kejagung: jaksa agung muda. Yakni pangkat tertinggi di bidang penanganan korupsi. Ibarat jeruk ia sudah sebesar jeruk Bali.