Google Advertisement Below

Wasiat Icha

Wasiat Icha --Tomy/Pagaralampos

Ayah dr Icha, Gab Pakaenoni, seorang pensiunan pejabat dinas perindustrian provinsi NTT. Waktu muda Pakaenoni menjadi dosen di STPDN di Jatinangor, Sumedang, dekat Bandung.

BACA JUGA: Carlo Ancelotti Santai Hadapi Erling Haaland

Saat itu Nur Azizah sekolah keperawatan di Bandung. Keduanya bertemu. Saling jatuh cinta. Menikah. Perkawinan itu membuahkan tiga anak, perempuan semua.

Dokter Icha adalah anak sulung. Adiknyi, Agnes baru saja lulus di fakultas kedokteran yang sama: Universitas Nusa Cendana, Kupang. Sedang si bungsu masih kelas tiga SMA di ibu kota NTT itu.

Keluarga dr Icha juga sudah menunjuk pengacara: Viktor Manbait. Saya juga sudah menghubungi Viktor yang ternyata masih ada hubungan keluarga dengan dr Icha. Yang saya tidak berhasil adalah mendapatkan nomor kontak pihak yang diadukan.

BACA JUGA:Kepala Bapenda Hadiri Paripurna DPRD Pagaralam

Mereka tinggal jauh di pedalaman: di Kefamenanu, kabupaten Timor Tengah Utara, TTU. Meski sangat pelosok TTU cukup maju. Sudah ada RS swasta yang maju. Tentu tidak banyak yang tahu di mana TTU.

Anda yang sudah tahu di mana TTU: Itulah kabupaten tempat Joao Angelo de Sousa Mota tinggal, setelah pindah dari Timor Timur selepas kemerdekaannya dari Indonesia.

Di kabupaten TTU-lah Joao merintis dan mengembangkan usaha tani terpadu. Kelak, di tahun 2025, Joao diangkat menjadi dirut Agrinas Pangan Nusantara --yang melahirkan koperasi terpadu: Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih se-Indonesia.

Kejadian yang membuat dr Icha memutuskan gantung diri tentu tidak ada hubungannya dengan Joao. Itu hanya untuk menjelaskan di mana itu TTU --lima jam dari Kupang.

BACA JUGA:Mensos-BPS Pastikan Data Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Di TTU itulah dr Icha bertugas. Yakni di rumah sakit swasta Leona. Sore itu, 13 Juni, Sabtu, tugas dr Icha di IGD. Selewat pukul 17.00 datang seorang pasien yang dirujuk dari RSUD TTU. Ada surat rujukannya: anak itu baru saja digigit ular. Ada catatan medis dari rumah sakit yang membantarkannya.

Meski sudah ada catatan medisnya dr Icha tetap memeriksa sendiri pasien yang baru tiba. Hasil pemeriksaan dikonsultasikan ke dokter yang lebih senior. Hasilnya: pengaruh bisa dari ular yang menggigitnya bersifat lokal.

Tidak perlu diberi obat antibisa. Tubuh akan mampu melawannya. Apalagi anak itu masih muda. Gagah. Umurnya sudah 20 tahun.

Dokter Icha sudah menjelaskan semua itu kepada pasien. Dan lagi pasien sudah dewasa yang mestinya sudah mengerti menerima penjelasan seperti itu.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google