Hoax Bijaksana
Hoax Bijaksana--Tomy/Pagaralampos
Karena itu di dinding lobi hotel miliknya, Tentrem Semarang, ia pasang lukisan besar seorang ibu Tionghoa yang menasehati anaknyi tentang pentingnya kebijaksanaan dalam hidup.
BACA JUGA:Ban Matic Anti Selip dan Tahan Lama, Pilih Michelin City Extra atau Dunlop Scoot Smart 2?
Diceritakan, di suatu zaman seseorang datang ke pasar membeli kain. Tiga meter. Harga permeter 8 yuan. Si pembeli hanya membayar 23 yuan. Menurut si penjual 3x8 = 24. Menurut si pembeli 3 x 8 = 23 yuan. Keduanya saling ngotot, merasa paling benar.
Mereka pun mendatangkan kepala desa: agar jadi penengah. Kepala desa berpendapat sama dengan penjual: 3 x 8 adalah 24. Tapi si pembeli tetap ngotot 3 x 8 adalah 23. Di dunia nyata memang ada orang seperti itu. Bahkan tokoh. Ia tetap merasa benar meski semua orang mengatakan salah.
Akhirnya kepala desa dan pembeli sepakat datang ke orang yang paling bijaksana di zaman itu: Konghucu. Mereka sepakat apa pun kata Konghucu harus dipatuhi. Mereka bertaruh: kalau pembeli yang salah siap dipotong lehernya. Kalau kepala desa yang salah siap kehilangan jabatan.
BACA JUGA:Jadwal Pemadaman Listrik
Keduanya pun datang ke Konghucu disertai si pedagang. Di depan Konghucu Kepala desa berpendapat 2 x 8 adalah 24. Si pembeli ngotot yang benar adalah 23. Masing-masing juga menceritakan taruhan mereka.
"Nabi Konghucu, 3 x 8 itu berapa?" tanya kepala desa.
"23," jawab Konghucu.
Kepala desa tentu protes keras. Kenapa Konghucu bisa menjawab begitu.
"Sebetulnya yang benar adalah 23," ujar Konghucu. "Tapi kalau saya jawab begitu akan ada satu orang yang mati".
Ada baiknya rakyat ikut bijaksana seperti Konghucu terutama di saat melihat kenyataan ada pemimpin yang seperti pembeli kain itu.