Google Advertisement Below

Wani El-Tri

Wani El-Tri--Tomy/Pagaralampos

Dahlan Iskan bertemu Renard Widarto di Times Square, New York, sebelum berangkat menuju stadion Piala Dunia 2026.--

Kami pun ngobrol tanpa sajian apa pun. Cerita di balik tiket lungsuran-nya ternyata luar biasa menariknya bisa jadi stok ide untuk tulisan di Disway, sekaligus agar para penebak punya waktu mengelus bola kristal mereka.

BACA JUGA:Dorong Kemajuan Kota Pagar Alam

Agar tidak terasa memotong ceritanya, saya ajak Renard ke hotel saya. Bisa lanjut bercerita sambil jalan.

Saya tahu beberapa menit lagi mobil Lia tiba. Saya harus sudah siap di pinggir jalan di depan hotel. Begitulah etika jadi tamu di New York, di Tokyo, di Singapura, dan di kota besar lain di dunia.

Jangan sampai penjemput sudah tiba di lokasi, yang dijemput masih di kamar mandi. Mobil penjemput tidak bisa berhenti lama di depan hotel. Tidak ada tempat parkir. Yang menjemput tidak bisa meninggalkan mobil untuk mencari yang dijemput akan kena masalah dengan mobil itu.

Lia datang bersama anaknyi: Erick, 28 tahun, jomblo, menyukai persahaman lewat komputernya. Erick yang pegang kemudi. Lia turun sebentar menyalami Renard, lalu balik ke mobil jadi co pilot. Saya duduk di kursi belakang.

BACA JUGA:Perkuat Upaya Pencegahan Korupsi

Setelah 15 tahun tidak bertemu Renard sudah banyak yang berubah. Ada juga yang tidak berubah. Renard bukan lagi aktivis mahasiswa yang ceking tapi pikirannya masih tetap kritis: "Saya terus mengingatkan sesama alumnus SMA Taruna Nusantara," kata Renard. "Sekarang alumnus Taruna Nusantara sedang diuji sejarah, apakah bisa menerapkan doktrin cinta tanah air seperti yang disumpahkan waktu di sekolah".

Anda sudah tahu: begitu banyak alumnus sekolah yang didirikan Prabowo Subianto itu yang kini memegang peran penting di pemerintahan. Mereka kakak-kakak kelas Renard. Letkol Teddy, seskab, misalnya, adalah kakak satu kelas. Di angkatan Renard ada tiga siswa Tionghoa salah satunya ia sendiri.

Kami berpisah di teras Edition. Meski berangkat kami mundur 45 menit masih bisa diterima. Lia sudah punya ''kapling'' parkir. Lia sudah membeli tempat parkir sejak enam bulan lalu: parkir satu mobil 200 dolar hampir Rp 4 juta.

BACA JUGA:Perkuat Sinergi Ulama, Pemerintah dan Masyarakat

Lapangan parkir stadion tidak boleh untuk mobil. Halaman luas itu untuk pengaturan arus manusia menuju dan dari stadion: kapasitas 82.000. Juga untuk berbagai atraksi sebagai daya tarik tambahan Piala Dunia.

Hanya 25 menit perjalanan dari Times Square ke stadion. Kami masuk ke gedung parkir mal American Dream mal kedua terbesar di negara itu setelah Mall of America yang saya kunjungi beberapa tahun lalu di Minneapolis.

Tentu kami harus berjalan jauh ke stadion. Normal. Terlihat lautan kuning tua pindah ke sini bendera Ekuador dan Jerman sama-sama punya unsur kuning tua: kuning-biru-merah dan hitam-merah-kuning. Orang Jerman menyebutnya: hitam-merah-emas.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google