Manajemen Kancilen
Manajemen Kancilen--Tomy/Pagaralampos
Ternyata begitu duduk di pesawat saya didatangi pramugari yang lain: dia bertanya apakah saya akan mandi dulu. Masih sempat. Pesawat ini dilengkapi beberapa kamar mandi. Ini pesawat komersial terbesar yang pernah ada: Airbus A380.
BACA JUGA:HUT Ke-25 Pagar Alam, Wali Kota Ludi Oliansyah Ajak Perkuat Sinergitas untuk Kemajuan
Saya sudah mandi di bandara sebelum sarapan. Saya bisa langsung tidur. Ingin tidur empat jam sebagai ganti kurang tidur di bandara Dubai semalam.
Kan ada pertandingan antara Jerman dan Pantai Gading yang mendebarkan itu: babak pertama, ups, Jerman kalah 0-1.
Setelah nonton sepak bola itu seharusnya sempat tidur. Sebentar. Tapi tanggung. Satu jam kemudian harus tampil live di podcast Dismorning.
Di samping untuk balas dendam, tidur empat jam di awal penerbangan itu sebagai perencanaan manajemen jet-lag. Perbedaan waktu 12 jam antara New York Jakarta bisa membuat mata terbalik: ngantuk di waktu siang, memicing di waktu malam.
BACA JUGA:Kenalkan Potensi Wisata Daerah Pagar Alam
Saya akan mendarat di bandara John F. Kennedy pukul 14.00. Kalau tidurnya empat jam di akhir penerbangan bisa-bisa malam pertama di New York tidak bisa tidur. Kancilen. Jet-lag. Lalu, besok paginya ngantuk tidak ketulungan.
Bangun dari tidur empat jam saya pun memotret layar TV di depan kursi. Fotonya saya kirim ke Lia yang nekat akan menjemput saya di bandara. Di situ semuanya terbaca: posisi terbang saya sedang di mana dan berapa jam lagi mendarat.
"Setelah mendarat nanti bapak istirahat dulu. Saya minta izin sebentar untuk kebaktian," tulis Lia yang baru saja ditinggal suami tercinta, James F. Sundah, pencipta lagu Lilin-lilin Kecil itu.
BACA JUGA:Peduli Kesehatan Warga, Dinkes Pagar Alam Buka Layanan Gratis
"Saya ikut kebaktian," jawab saya.
"Serius?"
"Iya. Serius".
Saya tidak mau istirahat. Pasti ketiduran. Bahaya. Manajemen jet-lag bisa gagal. Lebih baik ikut kebaktian. Ikut saja. Sekalian sebagai pertanda saya ikut berduka atas meninggalnya pejuang hak cipta lagu Indonesia itu.