Icip-Icip Galeri
Icip-Icip Galeri oleh Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos
Lalu ada lukisan unik terbuat dari benang hitam yang ditarik ke segala arah yang kalau dilihat dari sisi lain ruang itu tergambar wajah Bung Karno. Saya pelototi siapa pelukisnya: tidak ketemu.
Di ruang terakhir dipajang bangku-bangku SD zaman dulu. Salah satunya terlihat jauh lebih tua. Itulah salah satu bangku asli yang ditemukan yang bisa saja pernah dipakai BK kecil.
Endang Pudjiastutik, kepala sekolah sekarang ini lantas meraih lengan saya. Dia ingin menunjukkan benda bersejarah yang dia temukan: papan tulis asli yang dipakai di kelas BK saat itu.
Kata Bu Endang, saat ditemukan papan itu tertanam di tembok. Papan tulis ini terdiri dari tiga bidang yang ukurannya sama. Bidang kiri dan kanan bisa dilipat menutup bidang yang tengah. Ada engselnya.
BACA JUGA:Garuda Nusantara Bertabur Bintang Abroad, Siap Pertahankan Gelar Piala AFF U-19 2026
Dua anak SD kelas lima sudah bisa jadi tour guide. Mereka dilatih menjaga tiap pajangan dan bisa menjelaskan apa yang ada di pajangan itu.
Saya tidak menyangka ada museum khusus masa sekolah di saat BK masih kecil. Bu Endang tidak hanya menemukan papan tulis, dia juga menulis buku tentang BK di sekolah itu.
Yang punya inisiatif membangun galeri itu Ning Ita, wali kota Mojokerto yang juga ketua PC Muslimat NU setempat. Bu Mega yang meresmikannya. Ning Ita pun maju lagi jadi wali kota Mojokerto yang untuk periode kedua diusung oleh PDI-Perjuangan sebelum akhirnya pindah ke perahu Gerindra.
Dari Ning Ita kami ke pabrik etanol, PT Energi Agro Nusantara (Enero). Pabrik itu akhirnya, tiga tahun terakhir, berlaba besar setelah lima tahun selalu merugi.
BACA JUGA:Plt Wako Bertha Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden Untuk Warga Pagaralam
Pimpinan barunya, Puji Setiyawan pemberani: membuat kabinet barunya langsing, melakukan efisiensi, memotong besar gaji semua manajernya dimulai dari memotong gajinya sendiri sebagai direktur tunggal.
Orangnya energik dan penampilannya tidak seperti bos anak perusahaan BUMN. Danantara beruntung punya pimpinan perusahaan seperti itu lima tahun lalu.
Kunjungan terakhir hari itu ke pabrik es krim. Anda sudah tahu namanya. Terbesar di Indonesia mengalahkan produk multinational corporation: Aice. Yang saya tidak sangka: perusahaan es krim ini ternyata perusahaan Singapura.
"Apakah Aice juga menguasai pasar es krim di Singapura?"