Google Advertisement Below

Tuntutan Tinggi

Tuntutan Tinggi--Tomy/Pagaralampos

BACA JUGA:Wawako Pimpin Rapat Persiapan HUT Kota Pagar Alam

Banyak pengacara yang sebelum mau membela tersangka bertanya lebih dulu ke ”pasien”-nya: mau pakai strategi high profile atau low profile. Dua-duanya punya sisi keuntungan dan kerugian. Indonesia tetaplah negara timur --di samping negara hukum.

Benar-salah kadang kalah dengan dapat muka atau kehilangan muka. Di mata kuliah di fakultas hukum mungkin ini masuk dalam strategi pembelaan atau budaya hukum. Bukan hukum itu sendiri.

Nadiem, Anda sudah tahu: pilih strategi high profile. Medsos gegap gempita. Ia berhasil membuat begitu banyak tokoh turun tangan. Lewat tulisan maupun hadir di persidangan. Di sidang terakhir hadir pula tokoh sekaliber Rocky Gerung.

BACA JUGA:Juara Belum Tentu Dapat Pemasukan Terbesar

Kalau boleh disebut di sini, satu-satunya orang yang menulis sangat kritis atas Nadiem adalah AEK. Setidaknya tiga kali ia menulis panjang tentang kasus Nadiem. Salah satunya justru setelah banyak tokoh terlihat membela Nadiem mati-matian. Ia kukuh dengan prinsip di tulisannya: anti Nadiem.

Ia sangat rajin menulis. Hampir setiap hari tulisannya muncul di media. Semua tulisannya sangat kritis pada pasar modal, perdagangan saham, lembaga keuangan dan kebijakan ekonomi pemerintah. Di semua tulisan itu ia hanya menyebut diri sebagai "AEK".

"Saya harus memanggil Anda Agus, Edy, atau Kris?" tanya saya kepadanya suatu saat.

"Agus saja pak," jawabnya. Nama lengkapnya Agustinus Edy Kristanto.

BACA JUGA:Masih Dicari di 2026! Terungkap Alasan Infinix Smart 4 Kembali Viral, Benarkah Masih Sanggup Jalankan Aplikasi

"Berapa tahun Anda di harian Kompas?"

"Saya tidak pernah di Kompas pak. Saya dulu di Media Indonesia. Lalu bergabung ke LBH Jakarta," jawabnya. Kini Agus punya media sendiri.

Semua tulisan itu ia posting di FB miliknya. Siapa saja boleh mengutip.

Misalnya soal transaksi di GoTo. AEK luar biasa detil dan kritis. Ia telanjangi habis transaksi antara Gojek dan Tokopedia yang kemudian menjadi GoTo itu. Puluhan tulisannya di bidang ini. Termasuk bagaimana dana Telkom terbelit di transaksi itu dengan kerugian sampai Rp 5 triliun.

BACA JUGA:Gelandang Persib, Marc Klok, Target Hattrick Juara Super League

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google