Guncangan Transisi

Guncang Transisi--Tomy/Pagaralampos

Guncangan Transisi

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya memang perlu merenung panjang sebelum mengangkat anjloknya rupiah di tulisan hari ini.

Utamanya memikirkan mengapa pemerintah seperti adem-ayem saja.

Tidak terlihat ada yang darurat. Tidak pula ada penjelasan baru selain yang dulu itu: turunnya kurs rupiah hanya siklikal –di saat-saat tertentu ketika banyak perusahaan sedang perlu dolar.

BACA JUGA:HUAWEI WATCH FIT 5 Pro Meluncur, Smartwatch Premium dengan Deteksi Risiko Diabetes dan Layar Super Terang

Tapi nyatanya penurunan nilai rupiah masih terus berlanjut, sampai angka yang mengkhawatirkan: di atas Rp17.500.

Tetap saja tidak ada langkah besar pemerintah yang bisa dibaca sebagai pengereman penurunan itu.

Mungkin pemerintah beranggapan lebih baik menjaga agar cadangan devisa tetap tinggi dari pada menggunakannya untuk intervensi pasar.

Toh sampai pun cadangan devisa habis belum tentu berhasil memperkuat rupiah.

Bisa juga karena hasil analisis intelijen pemerintah begitu yakin: anjloknya rupiah tidak akan membuat jatuhnya pemerintah.

BACA JUGA:HUAWEI WATCH FIT 5 Pro Meluncur, Smartwatch Premium dengan Deteksi Risiko Diabetes dan Layar Super Terang

Unsur-unsur yang membuat pemerintah jatuh tidak atau belum terpenuhi: harga pangan relatif stabil, inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi meningkat.

Gerakan oposisi masih sangat terbatas dengan tiga atau empat tokoh utamanya yang Anda sudah tahu: Prof Saiful Mujani, Ustad Islah Bahrawi, Feri Amsari, dan Ray Rangkuti.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan