Harga Diri
Harga Diri--Tomy/Pagaralampos
Harga Diri
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Saya minta penanya yang angkat tangan itu naik ke panggung. Saya minta dia berdiri di sebelah saya.
"Anda pilih saja salah satu rekan kerja Anda. Jadikan dia/ia pesaing. Anda sebut namanyi/nya dalam hati. Jangan Anda ucapkan nama itu kepada siapa pun".
Masih ada kalimat lanjutannya: "Katakan dalam hati: 'saya harus lebih hebat dari dia/ia'. Saya akan tunjukkan bahwa saya bisa kerja lebih baik dari dia/ia".
Wanita muda itu terlihat tidak puas mendengar pendapat saya itu. Dia cantik meski tanpa make-up sama sekali. Tinggi. Langsing. Sawo matang. Kalau saja dia ikut perawatan wajah, pastilah paling tidak 5i.
Dia berani membantah saya. "Tidak mungkin. Semua rekan kerja saya lulusan top ten university di Indonesia," katanyi.
Minggu hari ini dia diwisuda menjadi sarjana S-1 Universitas Terbuka –bersama 500 lebih wisudawan dari UT Surabaya. Mereka menghadiri semacam pembekalan untuk hidup setelah lulus S-1.
Dia juga mengatakan semua rekan kerjanyi laki-laki. Hanya dia yang Kartini. Perusahaannyi bergerak di bidang processing tembakau.
Berarti saat mulai bekerja di situ dia pakai ijazahnya SMA. Dari situ saja saya bisa menduga bahwa dia istimewa: lulusan SMA bisa satu rekan kerja dengan para alumnus top ten university.
BACA JUGA:Diskon Gila-gilaan! Xiaomi Fan Festival 2026 Pangkas Harga Gadget & Smart TV Hingga 45 Persen
Bahwa dia memutuskan sambil bekerja masih mau kuliah itu pun juga menunjukkan kemauan belajar yang baik.
Tapi kenapa dia merasa begitu minder?