Google Advertisement Below

Yossi Cohen

Yossi Cohen--Tomy/Pagaralampos

BACA JUGA:Pajero Sport 2026 Bikin Heboh, Tampilan Lebih Gagah dan Modern

Mohsen juga sudah diingatkan: sepuluh bulan sebelum itu, Jenderal Sulaimani tewas ketika dalam perjalanan dari Baghdad ke bandara. Yakni ketika ia akan pulang ke Iran. Tapi Mohsen tetap berangkat.

Ia naik sedan hitam Nissan Teana. Ia tidak peka lagi terhadap peringatan justru karena sudah terlalu sering menerima ancaman serupa.

Mossad sama dengan CIA-nya Amerika: melakukan kegiatan intelijen di luar negeri. Mossad tidak menginteli musuh pemerintah di dalam negeri. Ia menyelidik soal ancaman yang muncul dari luar negeri.

BACA JUGA:Robot Medis Ini Bikin Dunia Kesehatan Kaget, Sudah Bisa Bantu Operasi!

Berbeda dengan CIA, Mossad tidak pernah mensponsori penggulingan pemerintah di negara lain. Satu-satunya yang pernah ia lakukan adalah ketika membantu Inggris dan Amerika menggulingkan perdana menteri Iran yang sangat didukung rakyat: Mohammad Mosadegh. 

Lalu sekarang ini: bukan lewat kudeta tapi pakai serangan udara. Anda sudah tahu hasilya: gagal total. Kajian intelijennya salah pula. Mungkin Mossad bisa cuci tangan: itu pekerjaan Cohen. Ia pensiunan Mossad, tapi bukan Mossad. Seperti juga di Jakarta: Bais tapi bukan Bais. 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan

Iklan Google