Kompor Oracle
Kompor Oracle--Tomy/Pagaralampos
Kompor Oracle
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Software memang tidak berideologi. Apalagi beragama. Tapi serangan Israel-Amerika Serikat ke Iran ternyata membuat perusahaan seperti Oracle dianggap pro dua negara itu: harus diserang.
Termasuk Amazon, Microsoft, dan Google. Alibaba tidak termasuk dalam daftar yang akan diserang Iran.
BACA JUGA:Harga Terbaru Yamaha 155 April 2026 Resmi Rilis! Ini Daftar Lengkap, Spesifikasi Terbaru 2026!
Dari perang ini akhirnya kita tahu: mengapa Tiongkok ''menertibkan'' Alibaba. Selama ini kita tidak bisa membaca mengapa Tiongkok begitu kejam kepada Jack Ma dan Alibabanya.
Sekarang Anda tahu: perusahaan pemilik cloud ternyata memegang peran terpenting dalam perang modern.
Cloud dan isinya telah menjadi otak serangan militer modern. Big data ada di sana. AI dan analisis data di sana. Koordinat semua objek sasaran ada di sana.
Apakah Iran juga punya kekayaan cloud? Sehingga bisa membalas serangan jarak jauh ke Israel dan pusat-pusat militer Amerika di berbagai negara Arab tetangganya?
BACA JUGA:Review Jujur Infinix Hot 40 Pro: Spek Dewa Harga Kaki Lima, Masihkah Ada Lawan?
Negara sekelas Iran ternyata punya cloud sendiri. Besar. Kapasitas cloud Iran, mengalahkan Oracle. Memang jauh lebih kecil daripada Amazon Web Service (AWS).
AWS adalah pemilik cloud terbesar di dunia. Setelah itu Microsoft. Lalu Google. Disusul Alibaba. Iran dan Israel sejajar di urutan empat. Baru Oracle nomor lima.
Dalam hal big data Amerika memang jadi penguasa dunia. AWS, Microsoft, Google, dan Oracle adalah milik Amerika.
Tiongkok hanya punya Alibaba dan Tencent. Lalu Huawei. Entah kalau partai komunis punya cloud rahasianya sendiri. Yang jelas dengan perang IsAm-Iran ini terlihat peran Amazon, Microsoft, Google, dan Oracle sangat sentral.