Carilah Muka
Carilah Muka--
BACA JUGA:Beri Kenyamanan Wisatawan Berkunjung, Polres Pagar Alam Intensifkan KRYD
Begitu meninggalkan kota Tarim yang terlihat hanya gunung dan gunung. Bukan gunung batu.
Itu gunung tanah. Permukaan gunung itu rata. Kalau di Indonesia akan disebut gunung meja.
Tapi tidak ada gunung meja di Indonesia yang seluas itu.
Begitu banyak meja-meja luas di sepanjang mata memandang. Sebenarnya indah sekali.
BACA JUGA:12 Jam Terjebak, 3 Pendaki Berhasil Diselamatkan, Evakuasi Dramatis di Jalur Dempo
Tapi kalau keindahan berjejer dengan keindahan yang sama akhirnya tidak kelihatan mana yang indah. Apalagi jumlahnya banyak sekali.
Yang kelihatan adalah gersang. Kegersangan yang indah. Keindahan yang gersang. Sesekali timbul rasa ngeri.
Di sela-sela meja itu terlihat rekahan-rekahan jurang yang dalam --seperti bumi di sini pernah hampir kiamat tapi tidak jadi.
Jalannya sendiri beraspal. Cukup untuk satu mobil dari arah sini dan satu mobil ke arah sana. Kualitas aspalnya seperti umumnya jalan non tol di Indonesia.
BACA JUGA:Sekali Cas Tembus 200 KM! Ini 5 Motor Listrik Terlaris 2026 yang Bikin Anda Lupa Jalan ke SPBU
Tidak mulus tapi juga tidak banyak berlubang.
"Apakah ini juga jalan menuju ke Oman?" tanya saya kepada Amang.
"Bukan. Ke Oman arahnya lain lagi," jawab Amang.
Waktu saya tiba di Tarim, Amang masih di Oman. Keesokan harinya baru pulang dari Salalah, kota di Oman yang paling dekat Hadramaut. Amang jalan darat dari Salalah ke Tarim: 18 jam.