Carilah Muka
Carilah Muka--
"Besok pagi".
"Sudah janji lewat online"?
"Lewat telepon".
"Berapa hari di Mukalla?"
"Besok operasi. Satu minggu lagi kontrol. Lalu kembali ke Tarim".
"Tinggal di mana selama di Mukalla?"
"Di tempat teman dari Indonesia".
Noah pun berhenti. Di tengah padang gunung yang gersang. Ada masjid kecil di pinggir jalan itu. Masjid yang seperti dikitari debu.
BACA JUGA:Mengulik Toyota FJ Cruiser Bekas, SUV Legendaris untuk Petualangan
Kami semua turun dari mobil. Ke toilet yang berdebu. Lalu masuk masjid. Tidak ada karpet di lantainya. Hanya ada keramik. Debunya terlihat tebal di atas keramik itu.
Awalnya saya agak ragu salat di lantai berdebu seperti itu. Ada rasa jijik. Masak dahi ini harus menempel ke debu itu.
Sudah terlalu lama biasa salat di masjid ber-AC dan berkarpet tebal di Indonesia. Jijiknya bukan main.
Apalagi kaki yang basah oleh air wudu harus menginjak debu di lantai masjid. Muncul jejak-jejak telapak di lantai.
BACA JUGA:Suzuki Siapkan Burgman Terbaru, Ini Bocoran Teaser Resminya