Guinness Patrick

Guinness Patrick--Tomy/Pagaralampos

BACA JUGA:Maling Bakal Gigit Jari! Honda BeAT Deluxe Smart Key 2026 Rilis dengan Alarm Anti-Maling Tercanggih

Ada satu rumah singgah untuk penderita kanker di Tangerang. Anak-anak desa yang sedang menjalani kemo bisa tinggal di situ –agar tidak wira-wiri ke desa mereka.

Rp 200 juta lebih uang yang terkumpul dari live streaming –sudah diserahkan sepenuhnya.

Tentu Anda bertanya: pada jam berapa Patrick merasa paling berat –termasuk dalam melawan kantuk?

Jawabnya, normal: sekitar pukul 02.00 - 03.00. Tapi Patrick punya cara mengatasinya. Berhari-hari sebelumnya ia berpesan kepada teman-teman terbaiknya: agar menonton pada jam-jam yang berat itu.

BACA JUGA:Alva N3 Next Gen Resmi Rilis, Isi Daya Super Ngebut: 10–50 Persen Kurang dari 25 Menit!

Sekitar 15 teman memenuhi permintaan itu. Bahkan sebagian mereka menonton sampai pagi.

Kunci ketahanan Patrick datang dari persiapan yang baik: latihan berat selama empat bulan. Termasuk melakukan ''maraton'' di treadmill –42 km lengkap dengan tanjakan dan turunannya.

Dokter juga mengawasinya tanpa henti. Termasuk memeriksa detak jantungnya di setiap akhir ronde.

Begitu sukses mencapai 24 jam Patrick berendam di air dingin selama 30 menit. Ada fasilitas itu di QBIG. Lalu mandi dengan air normal.

BACA JUGA:Resmi Meluncur! Xiaomi 17 Ultra Jadi HP dengan Kamera Paling Canggih 2026, Cek Spesifikasi Sensor 1 Inci

Badan pun kembali segar. Ganti baju. Perayaan ulang tahun dilaksanakan. Para penderita kanker dari rumah singgah ikut hadir: hari itu ternyata juga ulang tahun rumah singgah tersebut.

"Sudah pernah bertemu Pak Bahlil?"

"Belum".

"Apa rencana Anda berikutnya?"

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan