Rambo Batman

Rambo Batman oleh Dahlan Iskan--Tomy/Pagaralampos

Rambo Batman

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Akhirnya terungkap berapa yang meninggal akibat demo-rusuh-represif di Iran: 3.000 orang. Begitu banyak. Wajar kalau mulai ada yang bilang itu sudah gerakan revolusi –bukan lagi demonstrasi.

Sulit memverifikasi: siapa saja mereka itu. Lalu apa penyebab meninggal mereka. Suara tembakan datang dari dua arah.

BACA JUGA:Siapkan Beasiswa Patriot untuk 1.100 Peserta

Amerika Serikat menuduh tentara pemerintah Iran-lah yang menembaki mereka. Pihak Iran secara tersamar mengakui itu: "penyebab mereka meninggal adalah Amerika Serikat".

Presiden Donald Trump sampai bilang: kalau masih terjadi penembakan, Amerika akan ambil tindakan militer.

"Amerika akan datang untuk menyelamatkan mereka. Tentara kami sudah lock and loaded. Sudah siap berangkat," ujar Trump di medsos miliknya sendiri.

Orang pun membayangkan apa yang terjadi di Venezuela akan berulang di Iran. Dengan cara yang superrahasia: tiba-tiba saja Ayatollah Ali Khamenei ditangkap.

BACA JUGA:Nighu, Kerajinan Anyaman Bambu Khas Rempasai yang Bangkit Kembali

Diterbangkan ke kapal induk Amerika. Atau dilewatkan Israel. Lalu dibawa ke New York –untuk diadili di sana.

Mungkin skenario seperti itu juga yang dibayangkan gerakan oposisi di Iran: Amerika akan langsung tiba di sana begitu ada oposisi yang kuat yang berani bergerak dari dalam.

Mungkin yang diharapkan lebih dari Venezuela. Harus ada pasukan siluman lainnya yang menculik beberapa pemimpin tinggi Iran. Termasuk pemimpin tentara.

Iran bukan Venezuela yang hanya punya satu figur Nicolas Maduro. Di Iran dengan hanya menculik Khamenei hampir tidak ada artinya: masih banyak Ayatollah lainnya yang nyaris sejajar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan