Tahun Pertaruhan

Tahun Pertaruhan--Tomy/Pagaralampos

Tahun Pertaruhan

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Hari ini kita memasuki tahun pertaruhan. Tinggal tahun ini tersedia kesempatan untuk mengejar banyak ketinggalan.

Tahun depan sudah mulai masuk tahun politik. Masuk siklus politik baru. Tahun lalu masih disebut tahun politik –sisa-sisa siklus lama.

BACA JUGA:Bintang 2025

Selama setahun kemarin energi habis untuk melakukan bagi-bagi kekuasaan: yang lama masih harus dapat apa, yang baru harus mulai dapat apa.

Tahun depan segala langkah sudah akan sangat dipenuhi perhitungan politik.

Berarti harapan untuk mulai bisa menerapkan prinsip meritokrasi di negeri ini lenyap lagi. Tidak ada harapan sama sekali.

Tidak ada lagi ruang untuk memulai melakukannya –seberapa sadar pun kita bahwa itulah kunci kemajuan negara: seperti sudah dibuktikan di Tiongkok.

BACA JUGA:Tetap Perawan

Satu-satunya harapan yang masih tersisa adalah: reformasi Polri. Sebenarnya ini tidak adil bagi Polri. Seolah Polri-lah yang dianggap paling rusak, sehingga perlu yang pertama direformasi.

Tapi memang sulit kalau harus mereformasi sekaligus semua sektor yang rusak. Itu namanya revolusi. revolusi biasanya hanya bisa dilakukan oleh level kolonel.

Padahal jika hanya punya satu Prof Jimly Asshiddiqie dan satu Prof Mahfud MD. Keduanya bukan lagi kolonel.

Satu reformasi ini saja ramainya sudah akan luar biasa. Bisa jadi tahun 2026 sepenuhnya menjadi tahun heboh ''Reformasi Polri''.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan