Otot Kuat

Otot Kuat--Tomy/Pagaralampos

Otot Kuat

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM

Menantu Pak Iskan dan anaknya latihan berjalan setelah operasi lutut.--

Bukan baru sekarang ini menantu Pak Iskan itu kesakitan (lihat  Disway: Empati Wanita). Pun delapan tahun lalu. Yakni ketika operasi lutut kanan.

BACA JUGA:Penuhi Kebutuhan Hunian Layak bagi Masyarakat

Tempurung kanan diganti made in Germany. Itulah salah satu yang membuat menantu Pak Iskan itu tidak pernah mau lagi operasi yang kiri. Dia tahu sakitnya seperti apa.

Tapi kian tahun lutut kiri itu kian sakit. Sampai pincang. Meringis. Kesakitan. Tiap hari menahan ngilu. Ketika Perusuh Disway kumpul di DIC Farm, dia hanya bisa masak lima jenis menu. Itu pun sambil menahan nyeri tiada henti.

Sebenarnya, enam bulan lalu,  dia sudah termakan rayuan suaminyi: mau operasi yang kiri. Dia tahu, meski operasi yang kanan dulu sakitnya bukan main, tapi akhirnya berhasil. Ketika yang kiri mulai sakit, yang kanan itu jadi andalan. Apalagi ketika yang kiri kian parah.

BACA JUGA:Permudah Akses Masyarakat Menuju Objek Pariwisata

Saat lutut kanan dioperasi dulu, sebenarnya yang kiri juga sudah sakit. Tapi masih level dua. Tunggu menjadi level tiga atau empat. Begitu sakitnya mencapai level empat mau tidak mau harus operasi.

Tapi dia mencoba bertahan. Tunggu sampai level lima --padahal tidak ada istilah level lima dalam ilmu kedokteran orthopedi.

Level lima itu pun tiba. Berbagai pengobatan sudah dicoba. Tidak berhasil.

"Ya sudah, operasi", katanyi.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan