Ira Fatana

Ira Fatana--Tomy/Pagaralampos

Maka selama di tahanan Ira merasa dirinya sedang dalam proses pemurnian diri. Tentu orang yang terkena fitnah akan mengalami gejolak jiwa.

BACA JUGA:Prabowo: Saya Datang Sesuai Janji

Kian besar fitnah itu kian tinggi gejolak itu. Bisa sangat destruktif. Tapi bisa juga menjadikan jiwa menjadi murni. Tergantung pada sikap dalam menghadapi fitnah itu.

Helwa tinggal di California. Dia suka mendaki gunung, masuk hutan dan tinggal di gurun. Sedang Elif Shafak tinggal di Inggris.

Ira orang Sunda yang lahir yatim di Malang. Pendidikan di SMAN 1 Sidoarjo, lantas ke fakultas peternakan di Universitas Brawijaya. Doktornya dari Universitas Indonesia.

Disertasinya tentang kepemimpinan di sosiopreneur. Penelitiannya di 600 koperasi di seluruh Jawa.

BACA JUGA:Bantu Proses Rehabilitasi Pascabencana

"Apa kesimpulan disertasi Anda?"

"Untuk melakukan sosiopreneur harus berhasil menjadi entrepreneur dulu. Bukan sebaliknya," ujar Ira. Dia pun membuat jurnal ilmiah soal itu. Lalu dia merasa bangga karena berhasil masuk dalam scopus liga satu.

Sebagai orang yang dulu sering keliling dunia –saat dia jadi direktur di perusahaan Amerika– Ira tentu sudah terbiasa mengatasi jetlag.

BACA JUGA:Prabowo: Saya Datang Sesuai Janji

Terbang jauh dengan pesawat jet ke wilayah-wilayah beda waktu memang bisa limbung –disebut jetlag. Ada yang berminggu-minggu masih mau tidur di siang hari. Ada juga yang hanya satu dua hari.

Tentu Ira sudah tahu cara terbaik mengatasi jetlag. Jangan lama-lama menuruti keinginan terus tergolek di tempat tidur. Cara mengatasi jetlag terbaik adalah: move on.

Langsung bekerja dengan tekanan target yang tinggi!

 

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan