Sejarah dan Asal-Usul Sound Horeg: Ada Sejak 2000-an
Fenomena sound horeg menjadi bagian dari budaya hiburan jalanan di Jawa Timur --Net
Musik yang keras dan megah menjadi tanda kemeriahan serta hiburan yang terjangkau di kalangan masyarakat.
Bahkan, banyak penyelenggara acara yang sengaja menyewa sound horeg untuk menarik perhatian dan meningkatkan jumlah pengunjung.
Namun, dengan meningkatnya persaingan di antara penyedia layanan hiburan, intensitas dan volume suara yang dihasilkan semakin ekstrem.
Hal ini mulai memicu keluhan dari penduduk sekitar, terutama karena penggunaan yang berlangsung hingga larut malam, tanpa batasan volume, serta sering menampilkan musik yang tidak sesuai dengan norma lokal.
Di sinilah muncul titik balik yang menandai polemik sosial dan ketidakpuasan di berbagai daerah, termasuk Pasuruan dan sekitarnya.
Banyaknya kejadian masalah kesehatan, pertikaian antarwarga, serta pelanggaran terhadap waktu-waktu hening (terutama menjelang waktu ibadah) akhirnya mendorong beberapa pesantren dan pihak berwenang agama untuk bertindak.
Fenomena suara horeg menunjukkan permasalahan antara ekspresi budaya dan keteraturan sosial.
Meskipun awalnya dirancang untuk menambah keceriaan acara, penggunaan yang berlebihan sekarang menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat.