Sejarah dan Asal-Usul Sound Horeg: Ada Sejak 2000-an
Fenomena sound horeg menjadi bagian dari budaya hiburan jalanan di Jawa Timur --Net
BACA JUGA:Dari Air Terjun hingga Museum Unik, Inilah Pesona Malang yang Tak Terlupakan!
Istilah ini berasal dari bahasa Jawa kuno dan berarti guncangan atau getaran.
Dalam konteks budaya populer, istilah sound horeg digunakan untuk menyebut perangkat audio dengan volume sangat tinggi yang digunakan dalam acara tertentu.
Penjelasan yang lebih rinci dapat ditemukan dalam jurnal berjudul Jogja Horeg: Proses Penciptaan Komposisi Berdasarkan Penerapan Improvisasi Tekstural pada Gaya Musik Free Jazz karya Harly Yoga Pradana, di mana horeg diinterpretasikan sebagai ekspresi musik tekstural dengan tingkat intensitas yang tinggi.
BACA JUGA:Inilah Makanan Khas Malang yang Sayang untuk Dilewatkan?
Selain itu, jurnal yang ditulis oleh Sinta Della Lesgasevia berjudul Analisis Hukum Terhadap Penggunaan Sound System yang Melebihi Batas (Sound Horeg) menjelaskan bahwa sound horeg pada awalnya digunakan untuk kegiatan besar seperti pemutaran musik, pengumuman, kampanye, dan kegiatan keagamaan.
Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, penggunaan sound horeg menjadi tidak terkontrol.
Alat ini justru menciptakan kebisingan yang sangat tinggi dan mengganggu ketertiban masyarakat, terutama karena digunakan pada waktu yang tidak tepat dan tanpa pengawasan yang cukup.
BACA JUGA:Mencicipi Kelezatan Kuliner Khas Malang Ada Berbagai Mie Yang Lezat!
Sejarah Perkembangan Sound Horeg
Sound horeg mulanya lahir sebagai inovasi dalam hiburan lokal, khususnya di daerah pedesaan dan pinggiran kota di Jawa.
Keberadaannya mulai dikenal secara luas pada awal tahun 2000-an, ketika teknologi sistem suara semakin mudah diakses oleh publik.
Sistem suara berkekuatan tinggi yang dulu hanya dimiliki oleh penyelenggara konser kini telah dimiliki oleh individu maupun kelompok kecil untuk keperluan hajatan, karnaval, dan arak-arakan.
BACA JUGA:Wah Keren Sekali! Wisata Comal Pemalang Dengan Keindahan alam Yang Menakjubkan!
Pada awalnya, penggunaan sound horeg dianggap sebagai langkah maju dalam penyelenggaraan acara rakyat.