Dansa 90
Disway--Disway
Ia juga masih mengikuti perkembangan politik masa kini. Termasuk perkembangan di PDI-Perjuangan.
BACA JUGA:Mahasiswa KKN UNSRI Kenalkan ‘’Greenvita’’
"Pak Kwik kan orang terkenal pertama yang meninggalkan PDI-Perjuangan. Kenapa?"
"Saya tidak pernah keluar dari PDI-Perjuangan. Pun sampai sekarang," katanya. "Saya dan Mbak Mega itu masuk PDI-nya bersamaan. Sama-sama tahun 1994," katanya.
Hubungannya dengan Mega, katanya, sudah seperti keluarga. Kwik bisa ke rumah Mega kapan saja. Tanpa harus bikin janji. Ngobrol. Makan bersama.
"Tapi belakangan hubungan itu kan sangat renggang?"
BACA JUGA:Berikan Dukungan, Imbau Warga untuk Jaga PHBS
"Beliau bilang saya yang berubah. Bukan beliau," jawabnya.
"Betul begitu?"
"Gimana tidak berubah. Kalau saya ke sana tidak bisa lagi bertemu. Yang ada tamu-lah. Sibuk-lah. Lagi di salon-lah. Di rumah beliau kan ada salonnya," ujar Kwik.
Rasanya perubahan itu terjadi sejak Megawati menyusun kabinet sebagai pengganti kabinet Presiden Gus Dur. Tidak satu orang PDI-Perjuangan pun jadi menteri bidang perekonomian. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti masuk. Budiono masuk.
BACA JUGA:Makanan Khas Lumajang Unik dan Istimewa, Bikin Ngiler!
"Semua berideologi liberal dari Mafia Berkeley," ujar Kwik. "Mana ada yang paham ideologi nasionalisme Bung Karno," katanya.
Kwik menemui Mega. Ia ingatkan semua itu. Mega tidak mau berubah. "Sudah tidak bisa berubah," ujar Mega seperti ditirukan Kwik.
Bahwa akhirnya Kwik diangkat jadi kepala Bappenas dan Laksamana Sukardi jadi menteri BUMN itu hanya karena kebetulan.