4 Fakta Menarik Benteng Keraton Jogja
4 Fakta Menarik Benteng Keraton Jogja-Net-Net
Sedangkan pada sisi luar, terdapat parit yang dalam atau disebut jagang, diberi pagar bata dengan tinggi satu meter, dan ditanami pohon gayam sebagai peneduh.
BACA JUGA:Mengenal 12 Desa Wisata Sekitar Candi Borobudur
3. Adanya lima pintu masuk dengan namanya masing-masing
Dilansir laman Kraton Jogja, desain benteng yang dirancang oleh Pangeran Mangkubumi berbeda dengan desain milik benteng-benteng kerajaan Mataram Islam sebelumnya.
Pangeran Mangkubumi belajar dari jatuhnya ibukota Mataram-Kartasura ke tangan pemberontak saat peristiwa Geger Pacina atau Perang Cina di tahun 1740-1743.
Hanya terdapat lima gerbang sebagai sarana keluar masuk benteng Keraton Jogja.
Sedangkan pintu dalam Keraton Kartasura yang memiliki jumlah yang banyak dan tersebar di mana-mana sehingga dengan mudah dimasuki musuh.
BACA JUGA:Super Prioritas! Sejarah Destinasi Wisata Candi Borobudur
Nah, untuk pintu dari benteng Keraton Jogja ini disebut dengan plengkung karena bagian atas pintu yang bentuknya melengkung sehingga dinamai plengkung.
Tiap plengkung terdapat jembatan gantung yang dapat ditarik ke atas sehingga kondisinya tertutup dan jalan ke dalam benteng terhalang jagang.
Awalnya kelima plengkung dibuka dari pukul 06.00-18.00 tapi kemudian dilonggarkan menjadi pukul 05.00-20.00 dan jam buka tutupnya ditandai dengan bunyi genderang dan terompet dari prajurit di Kemagangan.
BACA JUGA:Mau Mata Anda Sehat? Lakukan 5 Tips Penting Untuk Kesehatan Mata yang Optimal
Masing-masing pintu memiliki nama, yakni:
- Plengkung Tarunasura atau Plengkung Wijilan di sebelah timur laut
- Plengkung Jagasura atau Plengkung Ngasem di sebelah barat laut