BACA JUGA:Wadah Menempa Diri dan Rasa Cinta Tanah Air
Apalagi sejak itu dia tidak pernah menerima surat lagi dari sang suami. Si gadis memang tidak merasa perlu menulis surat lagi karena di surat terakhir sudah diberitahukan bahwa Musheng sudah meninggal.
Sang istri menderita batin sampai tua. Sampai sudah punya cucu. Zaman juga sudah berubah. Apalagi di Tiongkok. HP sudah jadi barang biasa.
Maka cucu yang di Shantou ingin mencari kakek mereka ke Bangkok. Dengan hati marah. Sang cucu ke Bangkok dengan niat merebut harta waris.
Berdasar alamat di surat-surat masa lalu ditemukanlah "istri" kakeknya. Punya rumah bagus. Sang cucu mendamprat habis wanita itu sebagai tidak berhak atas harta waris kakeknya. Istri yang sah, yang berhak atas warisan, adalah ibunya yang di Shantou.
Akhirnya si cucu tahu bahwa kakek mereka tidak pernah kawin di rantau. Tidak pula punya harta. Mati muda. Akhirnya tahu wanita yang didamprat tadi adalah wanita luar biasa baik pada keluarganya.
Sang cucu menghubungi neneknya lewat video call. Dijekaskanlah semuanya. Istri Musheng pun menyesal telah bersedih seumur hidupnyi. Cinta suami ternyata masih tetap murni sampai akhir hayatnya.
Akhirnya, setelah sangat tua, sang istri ingin bertemu wanita baik itu. Dia ke Bangkok. Pakai pesawat. Ketika akhirnya bertemu wanita baik tadi dia kecewa: wanita itu telah pikun. Tidak ingat apa pun, termasuk namanyi.
Tentu tidak semua perantau, kala itu, seperti Zheng Musheng. Banyak juga perantau yang kawin lagi dengan wanita lokal. Lalu terjadi masalah ketika istri yang di sana menyusul ke sini.
BACA JUGA:Tepat Waktu
Dear You adalah film Tiongkok yang sangat sukses. Biaya pembuatannya hanya USD2 juta. Hasil sementaranya sudah USD260 juta. Memang masih kalah jauh dari film Avatar –yang hasilnya masuk hitungan miliar dolar.
Film Dear You, produksi Shenzhen, adalah kisah perjuangan berat para perantau. Bagi generasi sekarang itu bisa jadi pendorong semangat betapa berat kehidupan pendahulu mereka.
Di zaman ini yang seperti itu tidak bisa terjadi lagi. Istri zaman sekarang selalu bisa mengejar: sedang di mana, dengan siapa...