Toleransi dan Kemerdekaan
Toleransi dan Kemerdekaan --ilustrasi_net
Toleransi dan Kemerdekaan
Oleh: Ust. Muliadi Mangku Anom
KORANPAGARALAMPOS.COM - Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera dan salam kemerdekaan untuk kita semua.
Alhamdulillah, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat dan karunia-Nya, sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan.
Pada kesempatan ini, marilah kita berbicara tentang perdamaian dan toleransi yang sangat erat kaitannya dengan semangat kemerdekaan Republik Indonesia.
BACA JUGA:Tiga Inklusif
Setiap tanggal 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan. Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi juga bagaimana kita mengisinya dengan persatuan, kedamaian, gotong royong, dan saling menghargai.
Para pahlawan berjuang dengan pengorbanan luar biasa. Mereka berasal dari berbagai suku, daerah, budaya, dan latar belakang, tetapi memiliki satu tujuan: Indonesia yang merdeka dan bersatu.
Hadirin yang berbahagia, Perdamaian merupakan pondasi penting dalam kehidupan masyarakat. Tanpa perdamaian, pembangunan dan kemajuan akan sulit tercapai. Karena itu, kita harus menjaga keamanan, persaudaraan, dan kerukunan.
Indonesia adalah bangsa yang sangat beragam. Kita memiliki berbagai suku, bahasa, budaya, adat istiadat, serta keyakinan. Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekayaan yang harus kita syukuri dan jaga.
BACA JUGA:Review Tecno G100 2026: Cek Kelebihan, Kekurangan, Spesifikasi, dan Apakah Layak Dibeli!
Di sinilah pentingnya toleransi. Toleransi berarti menghargai dan menghormati perbedaan. Kita tidak harus menyetujui semua pendapat orang lain, tetapi kita harus menghormati hak setiap orang untuk memiliki keyakinan, pandangan, dan cara hidupnya selama tetap menjaga kebaikan dan ketertiban.
Hadirin yang saya muliakan, Semangat toleransi telah menjadi bagian dari jati diri bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa mengajarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika: berbeda-beda tetapi tetap satu.
Maka, memperingati kemerdekaan jangan hanya berhenti pada upacara dan perlombaan. Mari kita maknai kemerdekaan dengan memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, menghormati perbedaan, dan tidak mudah terprovokasi.