Tentu Perry punya prestasi besar: QRIS lahir di masa ia jadi gubernur bank sentral. Indonesia sangat maju dalam pengembangan uang digital. Secara internal Perry adalah pribadi yang menyenangkan.
menyanyi. Suka bergurau. Baru Perry gubernur bank sentral Indonesia yang dipilih kembali untuk masa jabatan kedua.
Secara eksternal kepemimpinan bidang keuangannya tidak menonjol. Dalam menjaga kurs dan inflasi tidak cukup mengandalkan kebijakan BI saja. Harus ada koordinasi dengan banyak lembaga. Di sini terlihat Perry tidak ambil posisi di depan. Ia seperti kalah agresif dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa.
Bisa saja Perry jadi ''tertuduh'' melemahnya kurs rupiah yang begitu berat. Atau ia hanya jadi kambing hitam yang harus disembelih. Analis akan mengamati apa yang akan terjadi sebelum dan setelah Perry mundur. Adakah bukti pemerintah telah ikut campur di BI.
BACA JUGA:Sejarah Terukir! Omoda O4 Resmi Meluncur Pertama di Dunia Langsung dari IndonesiaBACA JUGA:Sejarah Terukir! Omoda O4 Resmi Meluncur Pertama di Dunia Langsung dari Indonesia
Kekhawatiran akan campur tangannya pemerintah itulah yang membuat pasar kian tidak percaya. Kemarin rupiah kembali anjlok melewati Rp 18.000 per dolar.
Tentu tidak mudah bagi pemerintah untuk tidak ikut campur. Presiden Donald Trump pun menekan bank sentral Amerika sekuat tenaga. Terutama karena ia ingin suku bunga dibuat lebih rendah. Hanya saja Federal Reserve di Amerika tidak pernah takut kepada Presiden Trump –atau presiden siapa pun.
Apalagi di Jerman. Deutsche Bundesbank dikenal yang paling independen di dunia. Sistemnya dibuat sangat independen. Sampai masa jabatan pimpinan Deutsche Bundesbank dibuat tidak sama dengan masa jabatan pemerintah. Masa jabatan Deutsche Bundesbank dibuat delapan tahun.
BACA JUGA:Toyota Veloz Cross Alami Penurunan Harga Signifikan di Vietnam, Kini Lebih Murah hingga 115 Juta VND
Ketika Uni Eropa membentuk bank sentral Eropa mereka tidak mengadopsi sistem di Amerika atau Inggris. Tapi meng-copy sistem independensi Jerman.
Bukan hanya sistemnya. Independensi Deutsche Bundesbank sudah sangat membudaya. Rakyat akan marah kalau ada selentingan pemerintah ikut campur. Sistem sudah menyatu dengan budaya. Budaya menyatu dengan sistem.
Orang seperti Prof B.J. Habibie pun menjiwai budaya itu. Sebagai orang yang tinggal dan ikut sistem Jerman, Pak Habibie tahu apa yang harus diperbuat ketika tiba-tiba jadi presiden Indonesia. Meski Pak Harto sudah membudayakan Bank Indonesia bagian dari pemerintah Prof Habibie langsung menyatakan tidak mau ikut campur urusan bank sentral.
Konon sikap Presiden Habibie seperti itu yang membuat rupiah menguat luar biasa di masa jabatannya yang hanya satu tahun: dari sekitar Rp16.000 per dolar ke Rp8000/dolar.
BACA JUGA: Kamera iPhone 18 Pro Disebut Terbaik Sepanjang Sejarah Apple, Inilah Deretan Alasan Mengapa Demikian
Di Indonesia, seandainya pun presiden tidak ikut campur, aroma politik Bank Indonesia sangat dalam. Itu karena gubernur Bank Indonesia dipilih oleh DPR –atas calon yang diajukan pemerintah. BI pun tidak bisa berkutik ketika harus memberi jatah rupiah kepada mereka yang memilihnya.