"Saya tinggal di situ," katanyi lirih.
"Dengan siapa tinggal di situ?"
"Dengan suami".
"Anak-anak?"
"Sudah tinggal di rumah mereka sendiri".
"Ibu pegawai di sini?"
"Bukan".
BACA JUGA:Rupiah Under Pressure as Fed Outlook and Energy Crisis Boost US Dollar Strength
"Siapa yang menggaji ibu?"
"Tidak ada".
"Siapa yang menugaskan ibu tinggal di sini?"
"Bapak Des Alwi, almarhum".
Saya tidak bisa mengorek informasi selanjutnya. Ibu itu terlihat lemah, dan tidak peduli. Tapi saya tahu siapa Des Alwi. Pernah berjumpa dan bicara-bicara dengannya.
Anda juga sudah tahu siapa Des Alwi: tokoh utama dan satu-satunya asal Banda.
BACA JUGA:TP-PKK Pagar Alam Edukasi Siswa SMPN 6 Bahaya Pernikahan Dini
Saat duo Bung –Bung Hatta dan Bung Sjahrir– dibuang ke Banda, Des Alwi masih seorang anak berumur delapan tahun. Ia menarik perhatian duo Bung. Diajari ilmu pengetahuan. Rasa kebangsaan. Nasionalisme. Anti penjajahan. Si Alwi diangkat anak oleh duo Bung.