New Rhun
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Setelah satu jam naik speed boat dari pulau Banda, tibalah saya di pulau yang sudah begitu lama saya simpan namanya: Rhun.
Anda sudah tahu kehebatan Rhun. Ia terletak di tengah laut Banda nan luas tapi lebih berharga dari Pulau Manhattan yang sekarang jadi jantungnya kota New York di Amerika Serikat.
Itu dulu. Di tahun 1667. Siapa sangka di tahun itu Rhun lebih hebat dari Manhattan. Lebih mahal nilainya. Tahun itu pulau-pulau di Maluku Tengah sudah dikuasai Belanda.
BACA JUGA:Kasta Tertinggi Skutik Premium! Intip Mewahnya Honda PCX RoadSync Brown 2026 yang Bikin Terpesona
Tinggal satu Pulau Rhun yang masih dikuasai Inggris. Oleh Belanda itu dianggap jadi ancaman. Belanda tidak bisa memonopoli pala di Eropa. Masih ada pesaing: Inggris –yang masih bisa dapat pala dari Pulau Rhun.
Di samping menjajah Maluku, waktu itu Belanda memiliki Pulau Manhattan di Amerika Utara. Maka Belanda mengajak Inggris berunding. Bertukar pulau. Manhattan ditukar dengan Rhun. Inggris bersedia. Manhattan pun menjadi milik Inggris, Rhun menjadi milik Belanda.
Belanda puas: bisa memiliki pulau-pulau penghasil pala sepenuhnya. Perdagangan pala pun dimonopoli Belanda. Harga pala di Eropa dibuat sendiri oleh Belanda. Boleh dikata Belanda bisa makmur berkat pala dari Banda dan sekitarnya.
BACA JUGA:Jeep Avenger 2027 Naik Kelas: Padukan Tampilan Baru yang Sangar dan Jantung Pacu Turbo yang Galak!
Kini, sekian ratus tahun kemudian, Manhattan berubah drastis jadi kota dengan ekonomi terbesar di dunia. Rhun tetap jadi Rhun apa adanya. Kelak di tahun 1776 Inggris kehilangan Manhattan. Amerika Serikat merdeka. Belanda di tahun 1945 kehilangan Rhun. Indonesia merdeka.
Tidak. Tidak hanya Manhattan yang berubah. Kini Rhun juga sudah berubah. Hanya berubahnya tidak banyak.
Pokoknya Rhun juga sudah berbeda dari Rhun tahun 1667. Dulu tidak ada penduduknya. Kini sudah ada satu kampung nelayan dengan semua rumah beratap seng.
Semua penduduk Rhun dari suku Buton –pendatang dari Sulawesi Tenggara. Tidak ada penduduk asli. Mereka hidup dari mencari ikan di laut dan dari pohon pala di kebun.
BACA JUGA:Canggih Banget! Omoway OMO X Punya Fitur Self-Balancing dan Bisa Parkir Otomatis