Bandit Sosial

Rabu 06 May 2026 - 15:32 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Tidak hanya Kusni. Banyak sekali bekas pejuang yang tersisih. Termasuk yang mengaku-ngaku pejuang –tidak ada yang kenal di medan tempur mana mereka melawan Belanda. Kekecewaan meluas.

Menimbulkan ketegangan di mana-mana. Termasuk seperti yang tergambar dalam film Jenderal Nagabonar.

Kusni berkomplot dengan sesama teman yang kecewa. Mereka tidak punya sumber penghasilan. Kusni pun pernah merampok salah satu orang terkaya Jakarta: Ali Badjened. Keturunan Arab.

BACA JUGA:Pilih Mobil Baru atau Bekas? Ini Pertarungan Rush vs Fortuner

Yang dirampok tewas. Bersimbah darah di Jalan Wahid Hasyim, Kebon Sirih.

Komplotan Kusni berhasil ditangkap tapi Kusni sendiri lolos. Hasil rampokan itu, katanya, dibagi-bagikan ke sesama mantan pejuang yang tidak punya penghasilan.

Yang paling menghebohkan, Anda sudah tahu: Kusni Kasdut merampok 11 berlian di Museum Nasional/Museum Gajah di dekat Monas.

Hari itu Kusni dan komplotannya menyaru dengan berseragam polisi. Dua penjaga museum tidak curiga. Ketika temannya ''memeriksa'' penjaga, Kusni masuk museum. Naik ke atas. Ia congkel kotak kaca tempat 11 berlian dipajang. Berlian ia ambil.

Akhirnya penjaga museum curiga dan ingin mencegah perampokan. Mereka ditikam komplotan Kusni Kasdut. Kusni sendiri kabur.

Sekali lagi mereka mengaku hasil rampokan untuk dibagikan ke teman-teman pejuang senasib. Teman-teman Kusni tertangkap. Akhirnya Kusni juga tertangkap. Dijatuhi hukuman mati.

BACA JUGA:POCO M8 5G Datang dengan Performa Lebih Kencang, Harga Tetap Ramah

Untuk mengejar semua jejak itu, Fajar berminggu-minggu di Jatim. Di Malang ia berkenalan dengan tukang ojek sepeda motor. Ke mana-mana Fajar diantar dengan naik motor. Ke Blitar, ke Surabaya, ke Probolinggo. Berhari-hari. Panas. Hujan. Kehausan. Kelaparan.

Di Probolinggo Fajar beruntung: menemukan makam Kusni Kasdut. Dari situ ditemukan juga rumah anak kedua Kusni: Bambang. Berjam-jam Fajar mewawancarai Bambang. Sampai tukang ojek curiga kok penumpangnya tidak muncul-muncul.

Dari Probolinggo Fajar kembali naik motor ke arah Malang. Di tengah jalan minta istirahat. Ia pun pinsan. Rasanya badan Fajar terlalu gemuk untuk kuat diajak naik motor ke berbagai kota seperti itu.

BACA JUGA:Motor Legendaris Harley-Davidson Makin Modern, Apa yang Berubah?

Waktu disertasinya selesai ditulis, Fajar ingin membagi kebahagiaan dengan sopir ojek di Malang itu. Ia WA si Ojek. Tapi hanya centang satu terus. Ia curiga. Ia tanyakan ke kenalan lain di Malang. Jawab kenalan itu: si tukang ojek sudah meninggal dunia.

Kategori :

Terkait

Selasa 26 May 2026 - 14:45 WIB

Wani Tenan

Senin 25 May 2026 - 15:35 WIB

Masuk Istana

Minggu 24 May 2026 - 17:08 WIB

Dapat Apa