Yossi Cohen

Jumat 17 Apr 2026 - 15:39 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Yossi Cohen

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Intel bisa salah. Pun ”jendralnya” intel: Yossi Cohen.

Korbannya ribuan orang yang tidak berdosa: warga Iran. Termasuk 180 murid perempuan yang masih imut-imut dan guru sekolah mereka.

Cohen-lah yang punya keyakinan besar bahwa serangan frontal ke Teheran akan menghasilkan perubahan rezim di Iran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menerima pendapat itu. Lalu melaksanakannya. 

BACA JUGA:Avanza Murah Meriah! Dana Rp55 Jutaan Sudah Bisa Bawa Pulang Unit 2004-2006, Ini Rincian Tipenya

Itulah latar belakang serangan Israel-Amerika tanggal 28 Februari 2026. Dalam sehari itu saja ratusan bom, peluru kendali jarak jauh dijatuhkan di Teheran. Akibatnya, Anda sudah tahu: pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Khamenei, gugur. Bersama keluarganya. Termasuk anak, istri, menantu, cucu. 

Anak keduanya, Mojtaba Khamenei, ikut terkena sasaran. Cedera berat --tapi justru terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahandanya.

Keyakinan Cohen ternyata salah: rezim di Iran tidak runtuh. Justru kian kokoh. Sebagian aktivis anti rezim yang dulu mengasingkan diri ke Eropa justru memutuskan pulang kampung: mereka akan berjuang demi negara Iran tanpa memandang lagi siapa penguasanya.

Serangan IsAm pun dilanjutkan. Tokoh-tokoh Iran banyak yang tewas. Termasuk tokoh yang sebenarnya sangat moderat. 

BACA JUGA:Sang Legenda Kembali! Toyota Kijang Super 2026 Reborn dengan Wajah Modern dan Mesin Super Irit

Sampai pun serangan berlangsung sudah  40 hari, rezim Iran tidak goyah. Iran justru mampu menyerang balik.

Cohen memang sangat dekat dengan Netanyahu. Pendapatnya sangat didengar. Cohen seperti Pete Hegseth di Amerika. Sangat didengar Presiden Trump. Di Amerika Hegseth-lah yang mendorong Trump menyerang Iran. Di Israel Cohen-lah yang meneguhkan hati Netanyahu menyerang Iran.

Hegseth adalah menteri pertahanan di Kabinet Trump. Cohen adalah penasihat keamanan nasional Nentanyahu. Cohen orang intel murni. Bukan jenderal. Hegseth pernah aktif di militer dengan pangkat mayor.

Prestasi intelijen Cohen memang luar biasa. Yakni saat ia menjabat pimpinan Mossad --lembaga intelijen Israel. Di zaman Cohen-lah intel Israel mampu mencuri seluruh dokumen program nuklir Iran: 2018.

Kategori :

Terkait

Minggu 26 Apr 2026 - 17:52 WIB

Fisika Arco

Sabtu 25 Apr 2026 - 11:07 WIB

Air Pohon

Jumat 24 Apr 2026 - 17:44 WIB

Da Yunhe

Kamis 23 Apr 2026 - 17:14 WIB

Berbakti Pada Ibu

Kamis 23 Apr 2026 - 14:38 WIB

Jalan Makmur