Yossi Cohen

Jumat 17 Apr 2026 - 15:39 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Review Infinix Hot 50 Pro 4G 2026: Benarkah Ini Smartphone Paling Kencang di Kelasnya Tanpa Perlu Koneksi 5G?

Aksi intelijen itu tidak ketahuan sama sekali. Tidak ada kunci pintu yang rusak. Tidak ada lemari arsip yang bekas dibuka paksa. Tidak ada jejak. Sampai Iran tidak bisa memutuskan siapa di internal proyek itu yang harus dihukum. Inilah operasi intelijen yang tingkat suksesnya masuk dalam kurikulum pendidikan intelijen di seluruh dunia.

Sejak itu Cohen masih terus memimpin Mossad sampai tahun 2021. Di usianya yang 60 tahun Cohen harus pensiun. Setelah itu ia  menjabat penasehat pertahanan Netanyahu.

Israel pun berbagi hasil curian Cohen itu ke Amerika. Israel tahu persis siapa saja yang harus dibunuh agar program nuklir Iran  terhambat. Ahli-ahli nuklir Iran pun tewas satu persatu. 

BACA JUGA:Review Denza D9 Terbaru 2026: MPV Mewah Rasa Alphard, Tapi Lebih Canggih dan Ramah Lingkungan!

Tokoh ilmuwan nuklir utamanya meninggal dua tahun setelah pencurian itu: Mohsen Fakhrizadeh.

Mohsen adalah otak program nuklir Iran. Tiga ahli lain juga tewas: Majid Shahriari, Mostafa Ahmadi Roshan, dan Masoud Alimohammadi.

Hari itu, 27 November 2020, Mohsen, naik mobil bersama istri: Sediqeh Qasemi. Seperti biasa Mohsen dikawal mobil pikap. Ketika sampai di pinggiran timur kota Teheran senjata otomatis menyalak: mengenai Mohsen. Tewas. Senjata itu begitu akurat. Istri Mohsen hanya terluka ringan.

Senjata itu ternyata dipasang di mobil pikap pengawal. Dilengkapi kamera pengenal wajah dan peralatan komunikasi. Dengan demikian perjalanan Mohsen bisa dimonitor dari Israel. Di saat yang tepat senjata itu dinyalakkan.

BACA JUGA:Harga Terbaru April 2026 Wuling Starlight 560: SUV Hybrid Futuristik Ini Ternyata Segini Harganya!

Setelah misi ditunaikan mobil pikap tersebut meledak. Diledakkan dari jauh. Barang bukti menjadi sangat minim. 

Anda sebenarnya sudah tahu kisah pembunuhan terhadap otak program nuklir Iran itu. Bahkan rasanya Anda bisa bercerita lebih baik dan lebih lengkap daripada yang saya sampaikan ini.

Mohsen, lahir di Qom 1961, mendapat gelar doktor dari Isfahan University of Technology, Iran. Di samping tugasnya sebagai otak program nuklir, ia juga mengajar fisika di Husein University.

Hari itu sebenarnya pengawal sudah mengingatkan agar Mohsen tidak melakukan perjalanan. Ancaman pembunuhan kian nyata. Tapi Mohsen tetap pergi di Absard. Ada rapat penting di sana. Jarak Teheran Absard sekitar 1,5 jam naik mobil. 

BACA JUGA:Pajero Sport 2026 Bikin Heboh, Tampilan Lebih Gagah dan Modern

Mohsen juga sudah diingatkan: sepuluh bulan sebelum itu, Jenderal Sulaimani tewas ketika dalam perjalanan dari Baghdad ke bandara. Yakni ketika ia akan pulang ke Iran. Tapi Mohsen tetap berangkat.

Kategori :

Terkait

Rabu 29 Apr 2026 - 15:16 WIB

Buku Kriminalisasi

Selasa 28 Apr 2026 - 14:15 WIB

Guru Bimbel

Senin 27 Apr 2026 - 16:29 WIB

Helm Anak

Minggu 26 Apr 2026 - 17:52 WIB

Fisika Arco

Sabtu 25 Apr 2026 - 11:07 WIB

Air Pohon