Gibran Capres
Oleh: Dahlan Iskan
KORANPAGARALAMPOS.COM - Gibran vapres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di pilpres mendatang?
Sebenarnya Ahmad Ali, Ketua Harian PSI, tidak secara langsung berkata begitu.
BACA JUGA:Sidang Isbat Awal Digelar 17 Februari 2026
Ia hanya bilang: kalau Wapres Gibran Rakabuming Raka dilepas oleh Prabowo justru bahaya. Gibran bisa jadi pesaing berat Prabowo.
Ahmad Ali dulunya tokoh utama Partai Nasdem. Pernah jadi ketua fraksi Partai Nasdem di DPR. Ia politikus kaya asal Morowali. Saya pernah ke rumah bapaknya yang persis di seberang rumahnya sendiri. Sang ayah, Haji Ahmad, seorang Tionghoa muslim terkaya di sana.
Dengan ucapannya itu Ahmad Ali punya dua maksud: salah satunya, jangan sampai Gibran tidak jadi pasangan Prabowo di pilpres mendatang. Maksud kedua: bukan salah Gibran kalau kelak ia maju sendiri sebagai capres dari PSI.
BACA JUGA:Daftar Tablet dengan e-SIM Ganda Terbaik 2026 Untuk Kerja Remote di Luar Negeri
Sebenarnya sesederhana itu. Tapi berkembang menjadi serius: seolah PSI sudah pasti mencalonkan Gibran sebagai capres. Berarti pula Prabowo akan berhadapan dengan Gibran di pilpres mendatang.
Namanya saja politik. Rasanya Ahmad Ali hanya ingin mendapat penegasan sejak dini: agar Gibran tetap digandeng Prabowo. Itu saja dianggap Gibran sudah jauh mengalah: harusnya giliran Gibran yang menjadi capres dan Prabowo cukup satu periode.
Sebelum pilpres ada pemilihan anggota DPR. Di pileg itu nanti posisi PSI memang sulit. Kalau tokoh utamanya hanya sebagai cawapres apa yang bisa "dijual". Beda kalau sejak awal PSI sudah memutuskan: PSI akan mencapreskan Gibran. Rasanya bisa lebih semangat. Kalau PSI hanya bilang akan "mencawapreskan" Gibran di mana menariknya?
Saya pernah dihubungi tokoh politik nasional. Sampai beberapa kali. Itu sudah lama. Sebelum pilpres yang lalu. Bukan sekarang. Tokoh tersebut bermaksud mendirikan partai baru. Syaratnya: saya mau jadi capres partai baru itu.
Ia bilang, pencalonan itu akan diumumkan sejak partai itu didirikan. Kalau saya tidak mau, partai itu tidak jadi didirikan.