Meritokrasi Ponorogo

Minggu 09 Nov 2025 - 18:04 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

Meritokrasi Ponorogo

Oleh: Dahlan Iskan

KORANPAGARALAMPOS.COM - Sayang sekali. Bupati sekelas Sugiri Sancoko di Ponorogo main-main soal suap atur jabatan anak buah. Begitu sepele. Begitu sembrono. Begitu nista.

BACA JUGA:Kontingen Pagar Alam Berprestasi Diajang PEDA KTNA XVI

Tentu saya kenal orang itu. Ia pernah bekerja di bagian iklan di grup media yang saya pimpin. Zaman dulu. Ia begitu merakyat.

Masyarakat di sana memilihnya lagi untuk masa jabatan kedua. Ia dianggap sukses di periode pertama. PDI-Perjuangan mencalonkannya lagi. Baru satu tahun ia dilantik untuk periode kedua.

Waktunya bongkar pasang jabatan di bawahnya.

BACA JUGA:Wujudkan Sekolah Sehat dan Berprestasi

Sekenal-kenal saya dengan Sugiri ternyata tidak kenal sampai ke pedalamannya. Saya memang sempat tertarik dengan langkahnya: menghapus kendaraan dinas. Ia sendiri pakai mobil tua –di masa jabatan pertama.

Ruang kerja bupati ia ubah untuk angkringan –gaya warung di desa. Ruang kerja bupati yang mestinya feodalistis ia ubah jadi kelihatan merakyat.

Lalu ia bangun ''GWK'' versi Ponorogo: Monumen dan Museum Reog Ponorogo yang amat tinggi. Orang akan bisa naik ke atasnya.

BACA JUGA:Ubah Aspirasi Publik Jadi Mandat Kenegaraan

Entah dari mana idenya, lokasi menara Reog itu di desa yang sangat miskin: Sampung. Tempat kelahirannya sendiri.

Nama Sampung identik dengan miskin. Makanan pokok penduduknya, kala itu, gaplek –singkong yang dikeringkan.

Hasil bumi satu-satunya di Sampung adalah gamping: batu putih yang kalau dibakar bisa untuk campuran pasir –sebagai pelapis dinding bata. Tanahnya bergamping. Tandus. Tanaman sulit tumbuh.

Kategori :

Terkait

Kamis 23 Jul 2026 - 15:07 WIB

Sakit Jantung

Rabu 22 Jul 2026 - 16:21 WIB

Dua Menit

Selasa 21 Jul 2026 - 16:37 WIB

Burger Tempe

Senin 20 Jul 2026 - 18:13 WIB

Bumi Hangus

Minggu 19 Jul 2026 - 15:56 WIB

Paket Roaming