Meritokrasi Ponorogo

Minggu 09 Nov 2025 - 18:04 WIB
Reporter : Dep
Editor : Almi

BACA JUGA:Muhammadiyah Tetapkan Anggota BPH STKIP Muhammadiyah Pagar Alam

Di bukit gamping itulah menara reog dibangun. Ia ubah gamping tandus jadi emas wisata –kalau sukses.

Tentu nasib Monumen Reog itu kini penuh tanda tanya. Ia tidak akan bisa meneruskan proyek itu. Ia ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat lalu.

Sekretaris daerah kabupatennya juga ditangkap. Termasuk seorang dokter yang menjabat kepala RSUD Ponorogo. Lalu tiga orang tim suksesnya.

BACA JUGA:Tekankan Kekompakan ASN, Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat

Salah satunya adik bungsu Sugiri sendiri. Ia tujuh bersaudara.

Saya tidak habis pikir mengapa Sugiri meminta bayaran untuk mengangkat pejabat di bawahnya. Itulah yang tersiar di media. Berdasar keterangan pers KPK.

Begitu biasakah minta uang seperti itu? Sampai tidak takut suatu saat akan terendus KPK? Sebegitu umumkah ''setiap jabatan'' itu ada harganya?

BACA JUGA:Wujudkan Masyarakat Cerdas dan Berbudaya Literasi

Harga jabatan itu seperti asap. Bisa dilihat, bisa dirasakan tapi tidak bisa dipegang. Tapi asap itu membumbung tinggi. Terlihat dari mana-mana.

Pun dulu. Bupati Nganjuk. Tiap Jumat khotbah keliling masjid. Ditangkap KPK juga. Soal yang sama. Jangan-jangan soal ini sebenarnya terjadi di mana-mana. Hanya saja ada yang bernasib sial seperti Ponorogo dan Nganjuk.

''Nasib?''

Sebenarnya juga tidak sepenuhnya nasib. Soal minta uang jabatan seperti itu pasti segera bocor secara internal. Masalahnya: tidak semua internal berani melaporkannya.

BACA JUGA:Petakan Kompetensi, Dorong Peningkaan SDM ASN

Apalagi kalau laporan itu bisa dipakai untuk menjebaknya.

Aneh. Seorang bupati berani minta bayaran untuk mengangkat pejabat di bawahnya.

Kategori :

Terkait

Sabtu 11 Jul 2026 - 15:27 WIB

Perang Bintang

Jumat 10 Jul 2026 - 15:22 WIB

Rampok Mamdani

Kamis 09 Jul 2026 - 16:28 WIB

Untung Hoki

Rabu 08 Jul 2026 - 15:34 WIB

KDKMP Tercinta

Selasa 07 Jul 2026 - 15:13 WIB

Kambing Verde